Seminar bertajuk "Keperempuanan" dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar di Baruga Anging Mammiri Rumah Walikota Makassar, Rabu (27/2). Foto: Tazzah ND

MAKASSAR (berandatimur.com) – Universitas Muhammadiyah Makassar mengelar seminar bertajuk “Keperempuanan” sehingga terungkap bahwa kelemahan kaum perempuan karena tidak bisa bersatu..

Hal diutarakan Nuryanti Mustari, Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Unismuh  sebagai salah seorang nara sumber pada seminar yang digelar di Baruga Anging Mammiri Rumah Jabatan Walikota Makassar, Rabu (27/2).

“Satu kelemahan kaum perempuan sampai hari ini adalah tidak bisa bersatu,” ungkap Nuryanti Mustari dalam paparan materinya.

Padahal jika kaum perempuan mau bersatu maka apapun bisa dilakukan dengan mengesampingkan ego dan gengsi.

Baca Juga:  3 kg sabu-sabu kiriman dari Nunukan, ditangkap di Pinrang, Sulsel

Kemudian, kata Nuryanti Mustari, kurangnya jumlah perempuan yang terlibat dalam pergerakan politik karena masih banyaknya hambatan dan tantangan yang dihadapi.

Seperti kentalnya budaya patriarki yang seringkali mendiskriminasi perempuan. Ditambah adanya beban berlapis yang ditanggung oleh perempuan di ruang privat dan ruang publik.

Ia juga menyatakan, budaya yang menganggap bahwa pendidikan dan kemampuan politik perempuan lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.

Seminar yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Unismuh ini bertujuan, ingin mengembangkan pemikiran perempuan masa kini dalam rangka membangun kembali eksistensi pergerakan perempuan, utamanya dalam lembaga perwakilan rakyat.

Baca Juga:  Peduli, Polsek Pancarijang Sidrap Bantu Korban Banjir WetteE

Dilihat dari minimnya partisipasi perempuan dari kuota 30 persen sesuai dengan UU Nomor 2 tahun 2008 yang belum pernah terpenuhi.

“Jika kita melihat sampe hari ini, banyak perempuan yang tidak terpilih karena tidak dipilih oleh perempuan itu sendiri,” beber  Arqam Asikin, Pengamat Politik dan Kebangsaan.

Kegiatan ini menghadirkan speaker dari berbagai latar belakang Politik seperti Dr Arqam Azikin SSos, MSi (Pengamat Politik dan Kebangsaan), Sri Wahyuningsih SH.

Selanjutnya, Cherlina SE (Sekertaris Partai Amanat Nasional), Dr Nuryanti Mustari SIP MSi (Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan), Yayuk Astuti SPd (Kepala Bidang IMMawati Sulsel), Endang Sari SIP MSi (Anggota KPU Kota Makassar). (*)

Baca Juga:  Berminat? Pendaftaran Prakerja Gelombang 17 Segera Dibuka

Penulis : Tazzah ND
Editor  : M Rusman

 

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here