Keluarga Suharto Sunatan Massal di Yogyakarta

Yogyakarta (BERANDATIMUR.COM) – Keluarga besar Presiden RI kedua Suharto menggelar khitanan massal diikuti puluhan anak-anak.

“Sampai pukul 10, sudah 62 anak yang datang,” kata seorang anggota panitia.

Koordinator Padi Medika yang juga tim dokter yang menangani khitanan massal ini, dr Alfi Rizal, Jumat (29/3) menyatakan, khitanan ini menggunakan sistem sirkumsisi laser yang mutakhir sehingga pasiennya dijamin dapat beraktivitas normal dalam jangka waktu tiga hari.

“Jadi, anak-anak ini Senin (1/4) depan sudah bisa kembali bersekolah seperti biasa,” kata Alfi.

Metode khitanan termasuk jahitan menggunakan benang yang bisa diserap oleh tubuh, dalam jangka waktu tiga hari sudah sembuh dan tak perlu kontrol maupun ganti perban sendiri.

Baca Juga:  Ketua SMSI: Keputusan MK Final Demokrasi
Keluarga nyekar makam Presiden RI kedua Suharto di Giribangun Kabupaten Karanganyar

Hampir bisa dipastikan, setiap tahun putra-putri Pak Harto menggelar sunatan massal semacam ini di berbagai daerah.

Kegiatan yang sama pernah digelar pada 2015 lalu di Monumen Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Dusun Kemusuk Kecamatan Argomulyo Kabupaten Bantul Yogyakarta diikuti 117 anak. Tahun lalu, di Masjid At-Tin juga dikhitan 205 anak.

“Ini bentuk kepedulian keluarga kami, membantu masyarakat menjalankan perintah Rasulullah SAW,” kata Titiek putri Suharto.

Ia juga menegaskan bahwa kepedulian itu ditanamkan dan terus dipupuk Pak Harto kepada anak-anaknya.

“Bapak selalu menasihati kami untuk senantiasa peduli kepada rakyat kecil,” ungkap Titiek

Malam sebelum acara digelar, Titiek dan sebagian panitia melakukan ziarah dan nyekar ke makam Pak Harto dan Ibu Tien di Astana Giribangun Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar.

Baca Juga:  Saung Berkarya, Solusi Bagi Masa Depan Indonesia

Komplek makam keluarga yang berdiri 660 meter di lereng Gunung Lawu, itu berjarak sekitar 35 kilo meter dari Kota Solo Jawa Tengah.

Setelah membaca serangkaian doa dan surat Yasin, Titiek sempat beramah tamah dengan panitia. Keguyuban suasana membuat rombongan baru meninggalkan Astana Giribangun sekitar pukul 23.50 Wib.

Tahun lalu, acara dilakukan di Masjid At-Tin, Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saat itu peserta mencapai 205 anak, melibatkan 11 anggota tim dokter dan 15 orang tim medis.

“Pesertanya berada pada rentang usia 3-10 tahun, dan saya menyaksikan animo masyarakat sangat luar biasa, hal itu dibuktikan dengan pendaftaran online yang kita buka selama seminggu dengan kuota 200 peserta pun terlampaui,” tutup Jahrudin selaku koordinator acara tersebut  kepada wartawan. (***)

Baca Juga:  Dua polisi penembak pegawai Dishub Makassar, Kabareskrim: Pecat!!! Bikin malu institusi 

#IndonesiaBerkarya
#PartaiBerkarya
#Berkarya
#SaungBerkarya
#EkonomiKerakyatan
#HutomoMandalaPutra
#TitiekSoeharto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here