Kemenag Nunukan: Travel harus prioritaskan jemaah yang tertunda berangkat umrah karena COVID-19

Pemberangkatan Jemaah Umrah ke Arab Saudi
Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Nunukan Sayid Abdullah, SH. FOTO: BERANDATIMUR.COM

– Menanggapi Arab Saudi buka pintu bagi jemaah umrah asal Indonesia

Nunukan (BERANDATIMUR) – Selama dua tahun pemberangkatan jemaah umrah tidak diberangkatkan akibat pandemi COVID-19 maka tahun ini (2021) ada kabar gembira dimana Pemerintah Arab Saudi telah membuka pintu masuk bagi umat Islam asal Indonesia ingin menjalankan ibadah umrah.

Hanya saja, prosedurnya masih dibicarakan oleh Kementerian Agama RI bersama Kementerian Luar Negeri RI dengan otoritas Pemerintah Arab Saudi terutama berkaitan dengan syarat vaksinasi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan H Muh Ramli melalui Kepala Seksi Haji dan Umrah Sayid Abdullah saat wawancara pada Kamis, 21 Oktober 2021 mengatakan jika kepastian waktunya telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi maka diminta travel mendaftarkan nama-nama jemaah umrah yang tertunda pemberangkatannya untuk diprioritaskan.

Baca Juga:  Indonesia-Malaysia sepakat gaji TKI paling sedikit Rp5,2 juta/bulan

“Kita patut syukuri karena Pemerintah Arab Saudi sudah membuka pintu bagi jemaah umrah dari Indonesia. Informasi terakhir yang kami terima bahwa Kemenag, Kemlu masih melakukan persiapan dalam hal pelaksanannya,” ungkap dia.

Menurut dia, dari lima travel umrah yang terdaftar di Kabupaten Nunukan sebanyak 97 jemaah yang akan diberangkatkan ibadah umrah pada 2020 namun dibatalkan karena pandemi COVID-19. “Jadi itu dulu yang 97 orang yang diprioritaskan untuk diberangkatkan ibadah umrah karena tertunda gara-gara COVID-19,” harap Sayid Abdullah.

Sayid juga mengharapkan kepada travel ibadah umrah agar tidak merekrut dulu jemaah baru sebelum memberangkatkan pendaftar sebelumnya.

Mengenai rencana pemberangkatan jemaah ibadah umrah tahun ini, ada informasi dari Kemenag RI akan diberangkatkan melalui satu pintu. Dimana semua jemaah umrah asal Indonesia akan dikarantina terlebih dahulu di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta sekaligus melengkapi administrasi dan vaksinasinya.

Baca Juga:  Baru Satu Cabup-Cawabup Nunukan Yang Ditetapkan

“Informasinya Pemerintah Indonesia melalui Kemenag akan memberangkatkan jemaah umrah melalui satu pintu,” ujar dia. Langkah ini, kemungkinan agar lebih mudah mengontrolnya terutama kondisi kesehatannya.

Bagaimana pun juga, Pemerintah Indonesia akan lebih hati-hati mengirim jemaah umrah agar tidak menyebabkan terjadinya penularan atau tertular COVID-19. Sayid berpandangan, ibadah umrah ini bisa saja menjadi cerminan Pemerintah Arab Saudi untuk membuka pintu ibadah haji tahun depan (2022).

“Kalau jemaah umrah asal Indonesia ini benar-benar dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terpapar COVID-19 maka bisa saja ibadah haji akan dibuka tahun depan (2022),” kata dia.

Baca Juga:  Puluhan jemaah umrah Indonesia terkonfirmasi positif COVID-19

Mengenai jemaah umrah yang sudah dan belum vaksin, dia mengatakan, tentunya harus mengikuti prosedur yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Yaitu jemaah wajib menggunakan vaksin Pfizer, moderna, Astraveneca dan Jhonson & Jhonson.

Sayid memprediksi pemberangkatan jemaah umrah ke Tanah Suci Mekah paling lambat akhir Nopember 2021. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here