Kenapa Polisi Gencar Tangkap TKI Ilegal Pasca Kecelakaan Sebatik

Calo TKI ilegal bernama Masni (27) yang diamankan Polres Nunukan

Nunukan (berandatimur.com) – Upaya pencegahan penyelundupan warga negara Indonesia (WNI) yang akan bekerja di Negeri Sabah, Malaysia kembali digencarkan aparat kepolisian di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Tindakan tegas dari instansi berwenang memang dibutuhkan dan diharapkan konsisten menjalankannya setiap saat bukan hanya saat ada kejadian seperti kasus kecelakaan sebagaimana yang berlangsung di Pulau Sebatik terhadap puluhan TKI ilegal.

Sikap dan komitmen bersama instansi terkait seperti satuan tugas pengamanan pernatasan (satgas pamtas) dari TNI AD dan TNI AL, Polres Nunukan, Imigrasi, BP3TKI dan lain-lainnya sangat penting. Sebagaimana hasil Forum Grup Discussion (FGD) di Kantor Imigrasi kelas II Nunukan pekan lalu.

Apakah optimis kesepakatan bersama melalui FGD tersebut dapat dijalankan oleh instansi terkait. Selama ini belum dilakukannya dan mudah-mudahan ke depannya dapat berkomitmen.

Baca Juga:  Hari Ini, 349 Pasien COVID-19 Sembuh di Nunukan

Pasca kasus kecelakaan dan FGD itu, aparat Kepolisian Resor Nunukan, Kalimantan Utara kembali gencar menangkap upaya penyelundupan WNI yang lebih dikenal “human trafficking” akan diberangkatkan bekerja di Negeri Sabah.

Seperti pengungkapan upaya penyelundupan WNI secara ilegal ke negeri jiran yang diamankan di Pelabuhan Rakyat Pasar Yamaker Kelurahan Nunukan Barat, Sabtu (7/7).

Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu M Karyadi di Nunukan menyebutkan,  aparat kepolisian setempat mengamankan 14 WNI tanpa memiliki dokumen sah untuk berangkat ke Malaysia masing-masing lima laki-laki dewasa, lima perempuan dewasa dan empat anak-anak.

Aparat kepolisian juga mengamankan dua orang calo salah satunya bernama Masni (27) beralamat di Jalan Cik Ditiro RT 18 Kelurahan Nunukan Timur, kata dia melalui pesan tertulisnya, Minggu.

Ke-14 WNI dan calo yang akan memberangkatkannya saat ini masih diamankan di Mapolres Nunukan. Hanya saja, belum diperoleh informasi dari penyidik Jatanras Polres Nunukan apakah calo (Masni dan rekannya) telah dijadikan tersangka?

Baca Juga:  Pelantikan pengurus KKSS Nunukan berlangsung sukses, Safri: Berkat kerja keras seluruh panitia

Kemudian, penangkapan WNI bersangkutan apakah dilakukan pula ditempat lainnya seperti Jembatan Haji Putri (samping kiri Pelabuhan Tunon Taka) dan Jembatan Orde Baru (samping kanan Pelabuhan Tunon Taka).

Kedua lokasi penyeberangan WNI yang akan bekerja di Negeri Sabah ini, sangat tampak di depan mata namun tidak pernah dilakukan penangkapan dengan alasan orang bersangkutan akan ke Pulau Sebatik.

Informasi yang diperoleh juga, setelah tiba di Pulau Sebatik WNI ini diberangkatkan ke Tawau Negeri Sabah dari Sungai Pancang Kecamatan Sebatik Utara pada malam hari menggunakan perahu bermesin.

Lokasi lainnya di Pulau Sebatik yakni Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah tepat di belakang Pos Pengamanan Satgas Pamtas TNI AD. Ditambah lagi di Kampung Melayu Desa Seberang Kecamatan Sebatik Tengah menggunakan jalur darat.

Baca Juga:  Gerhana Bulan Total Bakal Terjadi di Indonesia

Selama ini penyeberangan WNI secara ilegal di Pulau Sebatik aman dan tidak pernah dilakukan penangkapan oleh aparat terkait.

Maraknya penyelundupan WNI dari Kabupaten Nunukan karena ulah mafia seperti yang diutarakan Konsulat RI Tawau melalui LO TNI, Mayor Inf Ronaldo Konstantin dan LO Polri, Kompol Ahmad Parkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here