Ketahuan Gagahi Anak Kandung, Basri Gantung Diri

Polewali Mandar (BERANDATIMUR.COM) – Seorang ayah terpaksa gantung hingga meregang nyawa karena ketahuan tetangganya telah menggagahi anak kandungnya di Dusun Lambe Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman Sulawesi Barat.
Pria bernama Basri alias Kama Nasri yang berusia 42 tahun ini ditemukan tewas tergantung oleh warga di belakang rumah tetangganya dengan posisi berdiri pada Jumat pagi, 28 Juni 2019.
Diduga kuat Basri mengakhiri hidupnya karena perbuatan bejatnya telah menggagahi anak kandungnya bernama Mira (samaran) usia 13 tahun terbongkar hingga tetangga mengetahuinya.
Pantauan di lokasi kejadian, korban Basri gantung diri dengan mengenakan baju kaos warna hitam celana pendek batik dengan tangan kanan memeluk tiang dari kayu tersebut. Lokasinya tidak jauh dari rumahnya.
Baca Juga:  Dikhawatirkan pemda merekrut terus, pemerintah pusat hapuskan tenaga honorer pada 2023
Isu beredar, tindakan bunuh diri itu sengaja dipilih korban mengakhiri hidupnya karena takut diamuk warga, di penjara dan tak kuat menanggung aib.
Awalnya kata sejumlah warga dan tetangga korban, mulai mencurigai perbuatan korban ketika Mira melintas di depan salah satu warga dengan kondisi berjalan tak biasa. Kakinya terlihat kaku diangkat dengan wajah yang sangat pucat.
Akhirnya, keluarga Mira dan salah satu warga mencoba menanyakan langsung perihal yang dialaminya sehingga cara jalannya berubah drastis.
Mira yang baru duduk di Kelas 7 SMP ini pun menceritakan bahwa ayah kandungnya telah menyetubuhi di rumahnya sendiri.
Pelaku yang juga korban tewas gantung diri telah ditinggal mati oleh istrinya sejak beberapa tahun lalu.
Korban dan Mira saja dalam rumahnya sehingga bebas melakukan aksinya. Meskipun dalam rumah tersebut ada anak lelakinya yang telah beristri.
Namun istri anaknya atau menantunya meninggalkan rumah korban apabila suaminya berangkat mencari nafkah. Hal ini dilakukan sesuai informasi tetangganya, Basri juga seringkali mengganggu anak menantunya itu.
Hanya saja Basri tidak sempat melampiaskan aksi bejatnya karena anak menantunya melawan dan memberontak.
Diduga kuat, akibat birahinya tak tersalurkan pada anak menantunya sehingga dilampiaskan terhadap anak kandungnya Mira.
Sekaitan kasus ini, warga setempat melaporkan kejadian ini ke Polsek Tinambung.
Pengakuan Mira pada aparat kepolisian bahwa ayah kandungnya telah beberapa kali menyetubuhinya.
Kemungkinan Basri malu dan takut dipenjarakan serta rasa takut yang berlebihan karena telah dilaporkan kepada aparat kepolisian sehingga mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Diperkirakan tindakannya itu telah berlangsung sejak malam hari sebelum dijemput untuk dimintai keterangan. (*)

Reporter: Almadar Fattah
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here