Ketua DPRD Nunukan: Perusahaan Wajib Bayar THR Pekerja

Pembayaran THR Bagi Karyawan
Ketua DPRD Nunukan Hj Leppa didampingi staf ahlinya saat wawancara dengan awak media di ruangan kerjanya, Selasa (4/5)

Nunukan (BERANDATIMUR) – Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri sudah dekat yang jatuh pada 13 Mei 2021 atau sisa delapan hari lagi. Hiruk pikuk dimana-mana dibicarakan atau disebut-sebut soal tunjangan hari raya (THR).

Sudah menjadi tradisi, setiap menjelang lebaran Idul Fitri pasti fenomena THR selalu menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat umum tak terkecuali bagi umat agama lainnya. Sesuai ketentuan dari Pemerintah, pembayaran THR wajib dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri.

Menyikapi ketentuan dari Pemerintah tersebut, mendapat tanggapan keras dari Ketua DPRD Nunukan Hj Leppa saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 5 Mei 2021. Legislator Partai Hanura ini menegaskan pemilik perusahaan wajib membayar THR bagi pekerjanya.

THR ini, lanjut dia, menjadi hak pekerja pada setiap lebaran Idul Fitri sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak melakukan pembayaran sesuai ketentuan Pemerintah paling lambat H-7 Idul Fitri 1442 Hijriyah ini.

Bahkan dia tekankan, perusahaan atau pemilik usaha tidak menjadi pandemi COVID-19 ini sebagai alasan tidak membayar THR kepada karyawan atau pekerjanya. Sebab, meskipun pandemi COVID-19 dipastikan perusahaan tetap berproduksi dengan menggunakan tenaga dan jasa pekerja atau karyawannya.

“Membayar THR bagi pekerja kan sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan dan haknya pekerja untuk mendapatkannya,” imbuh Hj Leppa.

Pembayaran THR bagi karyawan atau pekerja sudah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga tidak patut bagi perusahaan untuk mengelak dengan alasan apapun.

“Membayar THR itu kan sudah ada aturannya jadi perusahaan itu tidak bisa banyak alasannya,” beber ibu kandung Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid.

Ia mencontohkan dirinya yang memiliki perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perhotelan diakuinya telah menyiapkan anggaran hanya untuk pembayaran THR pekerja dan karyawannya.

“Seperti saya itu kan ada usaha sedikit jadi saya sudah siapkan uang jauh-jauh hari hanya untuk membayar THR karyawan atau pekerja. Karena memang kita tahu membayar THR itu sudah kewajiban pemilik perusahaan,” ujar dia. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here