Nunukan (berandatimur.com) – Ketua-ketua RT (rukun tetangga) dan pemuda di Kabupaten Nunukan, Kaltara dituntut lebih kreatif membangun wilayahnya.

    Era kini, kreatifitas sangat dibutuhkan daripada sekadar konsep tanpa implementasi, kata Ketua DPRD Nunukan, Haji Danni Iskandar di Nunukan, Selasa (21/8).

    Ia menilai, pembangunan wilayah tidak bisa dilakukan tanpa peran serta ketua RT sebagai ujung tombak pemerintah dan pemuda sebagai generasi pelanjut.

    Danni Iskandar menyatakan, untuk memajukan pembangunan di daerah ketua RT dituntut membuat terobosan bersama masyarakatnya sesuai kondisi wilayah.

     “Ketua RT dan pemuda di Nunukan ini kreatif membuat konsep pembangunan masing-masing di wilayahnya. Saya kira peran masyarakat sangat dibutuhkan,” harap dia.

Baca Juga:  PKB Dukung Jokowi, Demokrat "Gigit Jari"

    Namun dia mengakui, mainset berpikir yang perlu diubah terlebih dahulu makanya pemuda yang diyakini mampu melakukan tersebut dengan mendorong dan memberikan pahaman kepada masyarakat soal pentingnya melakukan sesuatu yang positif.

Legislator Partai Demokrat ini menginginkan, pemberdayaan masyarakat lebih diutamakan dalam membangun wilayah.

Menyinggung soal anggaran yang seringkali menjadi kendala dalam mengimplementasikan kreatifitas, Danni Iskandar menegaskan, soal anggaran tidak bermasalah asalkan benar-benar mau bekerja untuk kepentingan bersama.

Anggaran tersebut diperoleh melalui usulan DPRD kepada Pemkab Nunukan pada pembahasan anggaran.

Namun dia memgharapkan, konsep pembangunan dan pemberdayaan kepada masyarakat sifatnya berkesinambungan dan memiliki azas manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Bupati KTT "Melamar" 02 Haji Abdul Hafid Untuk Kaltara

Bukan berarti tidak berminat membantu kegiatan masyarakat yang berbentuk seremonial tetapi lebih mengutamakan jangka panjang.

Ketua RT 20 Kelurahan Nunukan Timur, Zainuddin

Berkaitan dengan hal ini, Ketua RT 20 Kelurahan Nunukan Timur, Zainuddin yang ditemui secara terpisah menyatakan, pihaknya siap membangun wilayahnya asalkan ada anggaran atau faktor pendukung lainnya.

Menurut dia, sangat sulit menggerakkan masyarakat apabila tidak anggaran walaupun konsep tersedia.

Soal sumbangan masyarakat, Zainuddin menambahkan, sulit dilakukan apabila belum ada bukti.

“Kalau ada faktor pendukung bisa saja dilakukan membangun wilayah masing-masing. Tapi masalahnya memang dari anggaran saja,” beber dia. (***)

Baca Juga:  Masa jabatan Bupati Flores Timur berakhir, AGH: Saya kembali jadi petani

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here