Kohati-HMI Gelar “Si Pedas” Diharapkan Tingkatkan Budaya Literasi di Nunukan

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РKorps HMI Wati (Kohati) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar Diskusi Perempuan Cerdas (Si Pedas) dengan harapan dapat meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (3/5) ini dihadiri Pelopor Rumah Baca Kalimantan Utara, Khaerul Asnan, mahasiswa STIT Ibnu Khaldun, PPD Poltek dan HMI Nunukan serta penggiat literasi daerah itu.

Sekretaris Kohati Komisariat Tarbiyah, Andi Sartika Ramlan, Jumat menyatakan keprihatinannya di tengah-tengah arus masa yang dibungkus dengan slogan “Kids Zaman Now” dan “Zaman Milenial”.

Ia menjadikan slogan ini sebagai momok bagi HMI yang menakutkan terhadap literasi di Indonesia. Akibatnya telah tampak, sesuai hasil survei UNESCO Indinesia berada pada urutan 60 dari 61 negara paling rendah budaya literasinya.

Baca Juga:  Jangan Buang dan Bakar Sampah Sembarangan!
Peserta Si Pedas yang digelar Kohati Nunukan di Taman Perpustakaan Nunukan, Jumat (3/5).

Hal inilah yang melandasi Kohati dan HMI menggelar “Si Pedas” ini walaupun skalanya kecil khusus kaum perempuan.

Pada kesemapatan itu, Ketua DPC Forum Alumni Kohati (Forhati), Nursidah mengapresiasi langkah Kohati Nunukan yang menggelar acara seperti ini bertempat di Taman Perpustakaan Nunukan.

Menurut dia, di tengah-tengah krisis penggiat literasi di Indonesia merasa bangga terhadap kader-kader perempuan yang dimiliki Kohati Nunukan karena mampu menginisiasi kegiatan semacam ini.

Melibatkan kaum perempuan untuk pro aktif dalam kegiatan literasi ini. “Kegiatan ini luar biasa, inovatif dan bagua sekali,” ujar Nursidah.

Baca Juga:  Warung Makan Diperbolehkan Buka Selama Ramadan Asal...

Ia menjelaskan, zaman milenial lebih fokus pada penggunaan gadget yang jauh dari budaya literasi. Oleh karena itu, Si Pedas yang dilaksanakan Kohati Nunukan ini sangat membantu dalam menciptakan budaya literasi di daerah itu.

Nursidah menyatakan, mengumpulkan orang saat ini sangat sulit makanya keberanian Kohati Nunukan menghadirkan orang-orang dalam diskusi tersebut sangat luar biasa.

Sebab, kata dia, antusaisme kaum perempuan mengikuti acara Si Pedas ini menjadi langkah awal munculnya pioner-pioner baru literasi nantinya.

Untuk menjaga konsistensi dari Kohati, maka Forhati telah menyediakan dua konsep berbentuk program jangka panjang dan pendek. Secara umum, outputnya nanti dari program ini akan melahirkan sumber daya manusia yang mumpuni. (*)

Baca Juga:  Pawai bendera merah putih di perbatasan perairan Indonesia-Malaysia

Penulis : Ahmad Albar
Editor : M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here