Komnas HAM: Banyak Kecelakaan Kerja di PT GNI

Komnas HAM: Banyak Kecelakaan Kerja di PT GNI
Foto: doc

Morowali Utara (BERANDATIMUR) – Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menemukan banyak kecelakaan kerja yang menyebabkan nyawa hilang di perusahaan tambang nikel PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) tidak digubris.

Hal ini disampaikan Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah Dedi Askary menanggapi bentrokan pekerja pada Sabtu, 14 Januari 2023 yang menelan korban jiwa.

Ia memandang, kericuhan antar pekerja di PT GNI diduga ketidakpuasan terhadap manajemen perusahaan.

Menurut pantauan Komnas HAM, salah satu faktor penyebabnya adalah banyak terjadinya insiden kerja dalam beberapa tahun terakhir.

“Jejak penelusuran Komnas HAM Perwakilan Sulteng telah terjadi tujuh insiden kerja yang belakangan terjadi,” kata Dedi pada Rabu 18 Januari 2023.

Baca Juga:  Pengusaha Malaysia Keturunan Bugis Sumbang Ratusan Paket Sembako Bagi WNI di Tawau

Ketujuh kecelakaan kerja itu masing-masing lima kasus menimpa pekerja lokal dan dua pekerja asing asal Tiongkok (China).

Pada 10 Juni 2022, seorang pekerja berinisial HR (25) operator alat berat tertimbun longsor bersama eskavatornya.

“HR dilaporkan sudah tertimbun (longsor) sejak dua hari sebelumnya,” kata Dedi melalui keterangan tertulis.

Dedi menyebutkan pula kejadian atau kecelakaan kerja menimpa dua pekerja asing meninggal dunia pada 15 Juni 202 setelah seorang pekerja ditemukan jasadnya di lokasi DP4 PLTU PT GNI.

“Kejadian itu tepatnya terjadi 15 Juni 2022 setelah seorang karyawan menemukan jasadnya di lokasi DP 4 PLTU PT GNI,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Ketua Utama Alkhairaat, Habib Saiyid Saggaf Muhammad Aljufri, wafat

Kecelakaan kerja lainnya yang merenggut nyawa pekerja terjadi pada 24 Juni 2022 namanya Yaser (41) terseret longsor saat mengoperasikan mesin doser.

“Dia terseret longsor dalam keadaan tanpa lampu penerangan di lokasi kerja di tengah malam sehingga masuk ke laut dengan kedalaman 26 meter,” kata dia.

Pekerja lainnya bernama Ali Farhan (21) diduga terjatuh ke area pembuangan slek yang panas pada 6 Juli 2022. Korban ini baru bekerja tiga minggu di perusahaan itu.

Kemudian pada Desember 2022, ditemukan dua pekerja meninggal dunia namanya Nirwana Selle dan Made Devri ditemukan tewas akibat ledakan dari tungku smelter 2.

Baca Juga:  Pagi-pagi buta, tabrakan beruntun terjadi di Simpang Rapak Balikpapan

Komnas HAM menyatakan banyaknya catatan kecelakaan kerja tersebut seharusnya sudah bisa menjadi alasan bagi pemerintah untuk segera melakukan audit terhadap PT GNI. (*)

Sumber: Tempo.co
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here