Barang Asal Malaysia diselundupkan ke Parepare Sulsel
Tumpukan karpet yang ditemukan di atas kapal KM Thalia yang akan diangkut menuju Parepare Sulsel beberapa waktu lalu

* Pemkab Nunukan beberkan belum ada perusahaan impor khusus produk Malaysia

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) –Maraknya produk Malaysia masuk di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara saat ini mengundang pertanyaan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Sebab belum ada perusahaan di daerah itu yang terdaftar sebagai pengimpor.

Hal ini terjadi disinyalir telah terjadi kongkalikong berbagai pihak yang memuluskan penyelundupan hingga ke Parepare Sulsel.

Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Nunukan, Muhtar di Nunukan, Selasa menegaskan, belum menerima daftar perusahaan yang masuk kategori pengimpor khusus produk dari Malaysia.

Oleh karena itu, dia sangat heran pasokan produk Malaysia ke daerahnya kembali marak padahal pemerintah pusat telah melarangnya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Perdagangan Perbatasan.

“Saya heran kenapa marak lagi produk Malaysia masuk Nunukan padahal belum ada perusahaan yang terdaftar sebagai pengimpor,” kata Muhtar melalui sambungan telepon.

Bahkan dia mengatakan, surat Bupati Nunukab kepada Menteri Perdagangan soal penundaan PP Nomor 34 Tahun 2019 belum mendapatkan tanggapan.

Baca Juga:  DPRD Apresiasi Nunukan Raih Opini WTP Ke-5 Kali Berturut-turut

Muhtar menegaskan, pasokan produk Malaysia ke Kabupaten Nunukan tergolong ilegal alias selundupan.

Bagaimana dengan informasi dari Kantor Bea Cukai Nunukan bahwa produk makanan dan minuman serta karpet yang masuk Kabupaten Nunukan telah sesuai prosedur alias legal.

Muhtar menyatakan, apabila benar ada perusahaan yang memiliki dokumen selaku importir maka dipastikan ada tembusan kepada Pemkab Nunukan.

Sebab semua perusahaan yang mengurus perizinan baik ekspor maupun impor pasti mendapatkan rekomendasi dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Nunukan.

Selama ini kata Muhtar belum ada perusahaan yang terdaftar sebagai pengimpor produk dari Malaysia. Namun perusahaan yang ada pada Bagian Ekonomi hanya eksportir perkebunan dan pertambangan saja.

“Belum ada perusahaan impor khusus produk Malaysia yang terdaftar di Bagian Ekonomi Pemkab Nunukan. Makanya pasokan produk Malaysia yang masuk ke Nunukan semuanya ilegal,” ujar dia.

Ia juga mempertanyakan, instasi yang telah membuka kran masuknya barang-barang dari Malaysia masuk ke daerahnya. Sementara PP Nomor 34 Tahun 2019 masih berlaku karena surat Bupati Nunukan belum mendapatkan tanggapan dari Kemendag RI.

Baca Juga:  Pemkab Flores Timur Genjot Pembentukan BUMDes Setiap Desa, Bupati Ingatkan Jangan Habiskan DD Untuk Operasional

Muhtar menyatakan, jika benar oknum yang mengaku perusahaan yang berlegalitas maka tidak mungkin ada pengaturan di lapangan. Alasannya, semua barang yang diangkut pasti sudah terlapor secara online jika perusahaan bersangkutan memiliki dokumen ekspor impor.

Oknum perusahaan yang mengaku punya dokumen atau izin impor produk dari Malaysia seharusnya didaftarkan di Pemkab Nunukan.

Tetapi selama ini belum ada perusahaan yang mendaftarkan legalitasnya sehingga dicurigai dokumen abal-abal saja.

“Kalau perusahaan itu benar punya izin ekspor atau impor tidak mungkin tidak terdaftar di pemda karena sudah sistim online. Lagian pula perusahaan resmi itu semua barang yang diangkut pasti semuanya terdaftar dan tidak ada lagi istilah kongkalikong di lapangan,” kata Muhtar.

“Kita juga heran siapa instansi yang bermain lagi padahal sudah jelas pemerintah pusat sudah melarang melalui PP Nomor 34 Tahun 2019. Sampai sekarang surat Bupati Nunukan soal permintaan penundaan PP itu belum ditanggapi Kementerian Perdagangan,” tegas dia.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan salurkan bantuan dana bagi parpol

Anehnya lagi, barang-barang dari Malaysia ini diselundupkan lagi ke Parepare Sulsel sehingga melanggar PP Nomor 34 Tahun 2019 dan Barter Trade Agreement (BTA) Tahun 1970.

Penyelundupan barang-barang Malaysia ke Nunukan hingga Parepare tanpa ada tindakan tegas dari instansi terkait. Bahkan melintas di depan mata kasar. Tidak perlu pakai teleskop karena diangkut dengan kendaraan atau perahu atau kapal ukuran besar. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here