Kontroversi Puluhan Ton Gula Pasir Asal Malaysia, Bea Cukai: Itu Kegiatan Rutin

Nunukan, 28/8 (berandatimur.com) – Keberadaan puluhan ton gula pasir asal Malaysia dalam penguasaan Kantor Bea Cukai Kabupaten Nunukan, Kaltara masih kontroversi.

Saksi mata dan sejumlah informasi yang dihimpun di sekirar lokasi penyimpanan di Jalan Cik Ditiro Kelurahan Nunukan Timur bahwa gula pasir tersebut selundupan sementara bea cukai mengatakan kegiatan rutin.

Saksi mata yang melihat langsung pembongkaran pada 21 Agustus 2018 sekira pukul 02.00 wita, gula pasir asal negeri jiran Malaysia tidak memiliki izin ekspor impor.

Sebagaimana diketahui aktivitas pemiliknya adalah sering memasukkan barang-barang dari Malaysia ke Kabupaten Nunukan secara ilegal. Oleh karena itu saksi mata menilai, keberadaan gula yang digudangkan di bawah kolong rumah salah satu rumah sewa dekat Bandara Nunukan.

Baca Juga:  Nunukan "Dikepung" Tiga Daerah Rawan Gempa. BMKG: Apabila Gempa di Semporna Malaysia Paling Berdampak

Kedatangan gula pasir sebanyak enam mobil truk pada dini hari. Menurut saksi mata yang minta namanya tidak ditulis, gula pasir tersebut dibongkar di Sei Bolong Kelurahan Nunukan Utara pada malam yang sama.

“Jelas sekali gula pasir (dari Malaysia) diselundupkan masuk ke Nunukan. Kalao legal kenapa dibongkar subuh (hari),” beber saksi mata ini yang ditemui Jumat (24/8).

Saksi mata ini memperkirakan jumlah gula pasir selundupan tanpa dokumen sah ini sebanyak 60 ton. Setiap mobil truk mengangkut masing-masing 10 ton.

Salah seorang petugas Bea Cukai Kabupaten Nunukan yang dihuhungi melalui WhatsApp mengatakan, tempat penyimpanan gula pasir tersebut masih disegel.

Baca Juga:  TNI Tangkap Pria Pembeli dan Pengedar Sabu-Sabu di Sebatik

Namun, keberadaan gula pasir produk Malaysia ini disegel karena belum bayar pajak. Entah pajak apa yang dimaksudkan sehingga kata dia, belum bisa diedarkan kepada masyarakat.

Tetapi pada dasarnya masuknya gula pasir ini merupakan kegiatan rutin. Hanya saja, petugas Bea Cukai Nunukan ini, belum dihitung jumlahnya.

Ketika ditanyakan legalitas perizinan ekspor impor pemilik gula pasir ini, petugas bea cukai ini mengatakan ada tapi tidak bisa dipublikasikan kecuali ada persetujuan dari instansinya di pusat ( Jakarta).

Bahkan dia beralasan, dokumen yang dimiliki pemilik gula pasir ini bisa diperlihatkan apabila ada permintaan dari instansi yang membutuhkannya atas persetujuan pusat.

Baca Juga:  Bea Cukai Amankan Sabu 9 Kg Asal Malaysia
Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, M Solafudin pada kesempatan lain. Foto: ist

Kepala Kantor Bea Cukai Kabupaten Nunukan, M Solafudin yang berusaha dikonfirmasi sekaitan gula pasir yang diduga kuat selundupan, Senin (27/8) di kantornya. Namun salah satu stafnya menginformasikan sedang keluar.

“Bapak sedang keluar. Entah kemana. Mungkin di Pelabuhan Lamijung,” ujar staf bea cukai ini sekira pukul 10.00 wita. (***)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here