Nunukan (berandatimur.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kabupaten Nunukan, Kaltara dalam rangka memonitor potensi dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dan pencegahannya.

Hal ini diutarakan, Staf Bidang Pencegahan KPK, Rusfian saat berkunjung di Kabupaten Nunukan, Rabu (8/8).

Ia menerangkan, kedatangannya di daerah itu berkaitan dengan evaluasi perizinan dan peraturan daerah (perda) terhadap penggunaan anggaran daerah.

Rusfian pun mengaku, saat bertemu dengan Pemkab Nunukan telah meminta sejumlah perda dan perizinan yang berkaitan dengan pengelolaan dan penggunaan anggaran.

Bahkan kata dia, bentuk perizinan dan perda dari pemda akan dilakukan evaluasi terhadap realisasi pembangunan dan anggaran yang dipergunakan baik APBD, dana desa dan APBN lainnya yang masuk di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  Penuh haru, Gubernur Kaltara besuk tokoh masyarakat terbaring sakit di Tanjung Selor

Apabila ditemukan dugaan penyelewengan anggaran maka bidang pencegahan akan memberikan rekomendasi kepada bidang penyelidikan, kata Rusfian.

Kemudian berkaitan potensi penyalahgunaan anggaran dan pemanfaatannya di Kabupaten Nunukan, dia mengaku, belum dapat memberikan rekomendasi karena masih dalam tahap pertama.

Ketika ditanyakan soal dugaan korupsi di Kabupaten Nunukan, Rusfian menyatakan, belum bisa mengomentarinya.

“Saya belum bisa mengomentari soal itu karena saat ini masih dalam tahap monitoring dan evaluasi terhadap perizinan dan perda-perdanya,” ujar dia. (Anto)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here