Nunukan (berandatimur.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memonitoring penanganan dan pengelolaan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) tenaga kerja Indonesia di Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Staf Bidang Pencegahan KPK, Rusfian kepada wartawan di Kantor BP3TKI Nunukan, Rabu (8/8) menjelaskan, kedatangannya di daerah itu berkaitan dengan upaya pencegahan terhadap pengelolaan TKI di BP3TKI Nunukan.

Sebagai bidang pencegahan tentunya KPK menginginkan singkronisasi soal aturan-aturan yang berkaitan dengan penanganannya pada lintas sektoral yang terlibat dalam LTSA tersebut.

Monitoring yang digelar itu, KPK mengundang seluruh instansi yang berkaitan dengan LTSA yakni Imigrasi, BP3TKI, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja dan lain-lainnya untuk mendapatkan masukan, sebut Rusfian.

Baca Juga:  Ketua DPRD Nunukan Ajak Masyarakat Jangan Takut Divaksin COVID-19

Sebelum adanya LTSA di BP3TKI Kabupaten Nunukan, dia menyatakan, penanganan TKI yang akan bekerja di Negeri Sabah, Malaysia sangat kompleks.

Namun hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukannya itu belum dapat memberikan rekomendasi dalam hal pencegahan karena masih membutuhkan informasi-informasi akurat dan valid.

Sehubungan dengan kedatangan KPK, Kepala BP3TKI Nunukan, Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (8/8).

Kedatangan dari lembaga anti rasuah tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukannya berkaitan dengan penanganan TKI di LTSA.

Ketika ditanyakan, adanya dugaan penyelewengan anggaran LTSA yang menggunakan dana APBN tersebut, Ahmad Ramadhan membantahnya.

Baca Juga:  Dosen UIN Makassar Meninggal Dunia Saat Ceramah Sholat Dhuhur di Masjid

“Tidak benar itu kedatangan KPK di LTSA (BP3TKI Nunukan) karena adanya dugaan penyelewenangan dana. Tapi memang hanya kegiatan rutin dalam rangka monitoring dan evaluasi saja,” ujar dia. (Anto)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here