KPU Makassar Minimalisir Golput Bersosialisasi Melalui Komunitas Blogger

Makassar (BERANDATIMUR.COM) РKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar Sulawesi Selatan meminimalisir golongan putih (golput) pada pemilu 2019 dengan mengsosialisasikan melalui Komunitas Blogger Anging Mammiri.

Sosialisasi ini dilangsungkan di Kedai Pojok Jalan Adhyaksa Makassar, Sabtu (30/3).

Komisioner KPU Makassar Divisi Sosialisasi, Endang Sari selaku nara sumber mengatakan, sosialisasi ini sangat penting guna meminimalisir tingkat golput pada pemilu pilres dan legislatif di Kota Makassar pada April 2019.

Sesuai data pada pilkada Sulsel dan Makassar pada 2018, tingkat partisipasi pemilih sangat memprihatinkan hanya 58,9 persen.

Oleh karena itu, dia berharap pada pemilu serentak 17 April 2019 nanti, tingkat partisipasi masyarakat lebih meningkat.

Ia mengaku, pemilu serentak 2019 memiliki tingkat kerumitan mulai dari jenis surat suara dan pemilih maka partai politik harus berpartisiapasi menginformasikan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Pelanggan Grab Ini Kesal Ditipu Driver Tengah Malam

Endang mengutarakan, KPU Kota Makassar akan gencar mengajak masyarakat ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

Menurut dia, jika belum terdaftar dalam DPT akan ada daftar pemilih tambahan, (DPTb).

Pemilih DPTb akan diberikan formulir A5 jika tidak berada di lokasi tempatnya terdaftar, kata dia.

Selain itu ada juga pemilih masuk Daftar Pemilih Khusus ( DPK), jika tidak pemilih terdaftar di DPT maupun DPTb.

Endang juga menegaskan, KPU akan bekerja di atas ideologi penyelenggara di pemilu nantinya.

“Kami independen bukan partisan.
KPU akan menjaga suara rakyat dengan profesional sesuai alur dan mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan,” beber dia.

Baca Juga:  Ditemukan di Rumah Pujaan Hatinya di Sidrap, WN Filipina Ini Masuk Ilegal Diduga Melalui Nunukan

Secara terpisah, Mansyur Rahim, salah seorang peserta yang hadir menanggapi tidak bisa dipandang satu sisi saja terkait dengan rendahnya partisiapasi masyarakat pada pilkada sebelumnya.

Ia menjelaskan, kemungkinan golput terjadi karena masyarakat kurang tahu pasangan calon atau kandidat anggota legistalator baik DPR RI, DPD RI hingga DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Ia mengatakan, pada pemilu serentak 2019 nanti ada empat kertas suara legislatif dan satu surat suara paslon presiden dan wakil presiden yang harus di coblos.

“Mungkin dari itu cuma 1-2 orang saja yang saya kenal karena kebetulan teman. Daripada coblos orang yang tidak di ketahui mending tidak memilih alias golput di salah satu kertas suara,” ujar Mansyur.

Baca Juga:  KPU Makassar Sosialisasi Lewat Kelompok Milenial

“Sebenarnya masyarakat bukan apatis tapi jangan sampai yang saya pilih malah korupsi, itukan dosa,” tambah dia.

Oleh karena itu, pentingnya partai politik mensosialisasi calon legislatornya agar lebih dikenal masyarakat mulai dari visi misi, ide dan gagasan yang diprogramkan untuk 5 tahun kedepan. (*)

Reporter : Atim
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here