KPU Sulbar “Goes To Campus” di STAIN Majene

Majene (BERANDATIMUR.COM) – Dalam rangka menyambut pelaksanaan pemilu  presiden-wakil presiden dan anggota legislatif 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat menggandeng akademisi STAIN Majene.

Penyelenggara pemilu ini mengadakan acara bertajuk “KPU Goes To Campus” berkaitan sosialisasi pemilu yang digelar di Kampus STAIN Majene, Minggu (14/4).

KPU “Goes To Campus” ini dihadiri oleh tiga komisioner KPU Sulbar, dua dari KPU Majene, jajaran Wakil Ketua III STAIN dan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se Sulbar.

Acara Sosialisasi ini dibuka dan sekaligus pemaparan materi oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAIN Majene, Anwar Sadat.

Anwar Sadat menyampaikan rasa terima kasih kepada komisioner KPU dan civitas akademika STAIN Majene atas kepercayaannya untuk menggelar kegiatan ini.

Baca Juga:  Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Fasilitator dan LPTK

“Kami senang dan bangga, semoga kerja sama yang baik akan terus kita jaga untuk kebaikan bersama,” ungkap dia.

Ia memaparkan soal Islam dan Demokrasi, terkait substansinya dimana menolak diktatorisme.

Menurut Anwar Sadat, Islam memiliki konsep penyelenggaraan kekuasaan dengan prinsip amanah dan musawah yakni syuro, ijma dan baiat.

Selanjutnya, dia katakan, pada prinsipnya demokrasi dalam Islam sangat kuat sehingga diperlukan reformulasi dan reinterpretasi.

Untuk itu, salah satu bukti diri sebagai warga negara yang baik maka harus memiliki tanggung jawab politik. Salah satunya dengan ikut memilih dalam pemilu.

“Orang cerdas itu harus menggunakan hak pilihnya dan mari kita tunjukkan bahwa kita mahasiswa melaksanakan tanggungjawab politik,” ajak Anwar Sadat.

Baca Juga:  KRI Tawau Imbau Malaysia Larang TKI Menyeberang Lewat Jalur Ilegal
Peserta sosialisasi KPU Sulbar di Kampus STAIN Majene

Divisi Hukum KPU Sulbar, Farhanuddin mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban dalam pemilu serta meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu 2019.

Ia menambahkan, pendidikan pemilih kepada masyarakat khususnya mahasiswa, agar mengetahui dan mengenal lembaga penyelenggara pemilu baik tugas dan kewenangan maupun semua aktivitas dalam penyelenggara pemilihan umum.

Komisioner KPU Sulbar, Adi Arwan Alamin menambahkan, jangan sampai ada mahasiswa yang menjadi golput, itu artinya menyia-nyiakan harapan dari KPU.

“Buktikan bahwa kita mahasiswa yang memiliki kerakter dengan ikut melaksanakan pemilu,” ujar dia.

Baca Juga:  Koramil Bontoala Serukan Pentingnya Bela Negara Bagi Siswa

“Pemilu merupakan indikator dari majunya sebuah demokrasi disuatu negara, karena pemilu merupakan pilar utama dalam demokrasi”, kata Adi Arwan.

Ia menyatakan pula bahwa pemilu menjadi tanggung jawab politik dari setiap warga negara. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi dari setiap warga negara.

“Karena pemilu tanpa partisipasi akan menjadi sebuah ironi,” tegas Adi Arwan. (*)

Reporter : Almadar Fattah
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here