KRI Tawau Imbau Malaysia Larang TKI Menyeberang Lewat Jalur Ilegal

Ini korban meninggal perahu tabrakan di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan yang belum teridentifikasi. Foto Basarnas Kaltim-Kaltara

Nunukan (berandatimur.com) – Konsulat RI Tawau Negeri Sabah, Malaysia mengimbau Pemerintah Malaysia melarang tenaga kerja Indonesia (TKI) atau buruh migran Indonesia (BMI) menyeberang melalui jalur ilegal.

Hal ini diungkapkan, Konsul RI Tawau, Sulistijo Djati Ismoyo melalui siaran persnya kepada berandatimur.com, Senin, pasca kecelakaan laut yang menimpa puluhan TKI akibat “speedboat” yang ditumpanginya tabrakan di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Jumat (29/6) malam.

Kejadian yang sama telah pernah dialami pula oleh TKI pada jalur tersebut juga menelan korban pada 2017.

Oleh karena itu, dia meminta, pemerintah Malaysia memperketat pelarangan menggunakan jalur ilegal ini agar kedepannya tidak terjadi lagi.

Baca Juga:  BP2MI Nunukan tegaskan WNI/TKI deportasi sudah vaksin kedua

Sulistijo Djati Ismoyo juga meminta kepada TKI/BMI yang masuk ataupun keluar dari Malaysia tidak menggunakan jalur ilegal karena resikonya sangat tinggi.

Meskipun jalur laut ilegal tersebut telah banyak kejadian terhadap TKI/BMI seperti kecelakaan dan penangkapan tetapi tidak membuat kapok. Sebab, pemerintah Malaysia masih membuka terus jalur itu.

KRI Tawau menyadari, maraknya TKI/BMI menggunakan moda angkutan laut melalui jalur ilegal akibat masih banyaknya yang belum memiliki dokumen resmi bekerja di negeri jiran Malaysia.

“Seharusnya kejadian-kejadian beberapa kali yang dialami TKI/BMI berupa kecelakaan dan penangkapan menjadi pelajaran karena resikonya sangat tinggi,” sebut Djati sapaan Konsul RI Tawau.

Baca Juga:  Demi Tingkatkan Layanan, Imigrasi Nunukan Sediakan Fasilitas Ramah HAM

Kepada TKI/BMI yang meninggal dunia akibat kecelakaan laut tersebut, KRI Tawau mengucapkan turut belasungkawan. Begitu pula kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Begitu pula kepada TKI/BMI yang selamat dan mengalami luka-luka agar secepatnya pulih dan kembali ke kampung halamannya.

Menyinggung masih beroperasinya dan maraknya TKI/BMI menggunakan jalur ilegal di Tawau, Djati mengatakan, belum ada kebijakan atau aturan Pemerintah Negeri Sabah yang dapat membantu pekerja asing dari Indonesia untuk mengurus ijin tinggal yang sah bagi keluarganya yang mendampingi di Sabah.

“Dengan kejadian ini, KRI Tawau mengimbau kepada semua PMI/WNI yang berada di Sabah untuk tidak melakukan penyeberangan dengan menggunakan moda pengangkutan/jalur tidak resmi. Kami juga mengimbau agar para WNI/PMI tidak mengajak saudara ataupun kerabat mereka dari tanah air untuk ke Malaysia melalui jalur ilegal”.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here