KRI Tawau: Mafia Penyebab Maraknya TKI Ilegal

Nunukan (berandatimur.com) – Konsulat RI di Tawau Negeri Sabah, Malaysia menilai maraknya warga negara Indonesia (WNI) yang berangkat secara ilegal atau tanpa menggunakan paspor untuk bekerja di Negeri Sabah karena ulah mafia.

Seperti yang diungkapkan, LO TNI KRI Tawau, Mayor Inf Ronaldo Konstantin dan LO Polri, AKP Ahmad Fadhilan melalui siaran tertulisnya, Jumat (6/7) bahwa ulah para mafia lebih lihai dan lancar melakukan promosi jasanya dibandingkan dengan sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

“Pemberangkatan TKI ilegal ke Malaysia melalui Kabupaten Nunukan tetap marak karena ulah mafia. Mafia ini lebih lihai dan gencar menawarkan jasanya kepada calon TKI,” ujar keduanya usai mengikuti Forum Discussion Grup (FDG) di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Kamis (5/7).

Baca Juga:  Nunukan Diharapkan Tunjukkan Prestasi pada O2SN-FLS2N

Sehubungan dengan kerja-kerja mafia ini, keduanya mengajak aparat keamanan di Kabupaten Nunukan lebih giat dan berkomitmen mengawasi wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia untuk mengantisipasi perlintasan TKI ilegal menuju negeri jiran Malaysia.

Tanpa adanya komitmen bersama seluruh instansi terkait di Kabupaten Nunukan, maka penyeberangan WNI secara ilegal oleh para mafia terus berlangsung sampai kapan pun. Sebab merasa tidak pernah dipermasalahkan oleh aparat keamanan dan instansi terkait lainnya.

Jika WNI bekerja secara ilegal di Negeri Sabah maka tentunya kecelakaan di perairan perbatasan Indonesia dengan Malaysia sulit dihindari karena ketika pulang ke kampung halamannya akan menggunakan jalur ilegal pula.

Kemudian, Vara Dwikandini selaku Koordinator Perlindungan WNI/PMI KRI Tawau menyatakan, kebersamaan seluruh instansi terkait sangat dibutuhkan untuk mencegah pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) secara tidak sah ke Negeri Sabah.

Baca Juga:  PLBN Long Midang Segera Dibangun

Oleh karena itu, dia mengajak WNI yang akan berangkat ke Malaysia agar memiliki dokumen sah berupa paspor dan identitas diri lainnya berupa kartu keluarga, kartu tanda penduduk, akta lahir dan lain-lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Teknis Imigrasi KRI Tawau, Hubertus Hence Marbun mengajak seluruh WNI yang akan berangklat ke Malaysia (Negeri Sabah) tidak menggunakan jalur ilegal.

Begitu pula, selama WNI berada di Malaysia agar mematuhi segala peraturan negara itu dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Mengenai Operasi Mega 3 yang digelar Pemerintah Malaysia, Hubestus mengapresiasi agar dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelintas ilegal.

Baca Juga:  Pemprov Kaltara Usulkan Rp65 Miliar Pengadaan Alkes RS Pratama

KRI Tawau senantiasa berkomitmen dan berperan aktif terhadap segala permasalahan yang dialami WNI atau PMI di perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Mengharapkan pula, koordinasi antar instansi lebih maksimal lagi terkait penanganan PMI.

Masalah penanganan WNI/PMI bukan hanya tanggungjawab instansi di hilirnya (KBRI, KJRI dan KRI) tetapi juga tanggungjawab instansi di hulunya yakni aparat keamanan di Indonesia dan PMI sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here