KSKP Didik 151 Anak Kurang Mampu

Nunukan (berandatimur.com) – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) saat ini mendidik 151 anak dari masyarakat kurang mampu.

Kepala KSKP Polres Nunukan, AKP Ibrahim Eka Berlin di Nunukan, Kamis (16/8) mengatakan, anak-anak tersebut diajar bidang keagamaan dan bahasa Inggeris dalam wadah rumah belajar yang didirikannya sejak 2016.

Rumah belajar ini berada dalam gedung KSKP di Jalan Pelabuhan Baru Kelurahan Nunukan Timur.

Awal didirikannya rumah belajar ini terinspirasi dari banyaknya anak-anak di bawah umur yang terpaksa membantu kedua orang tuanya mencari nafkah di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  Kronologis Penemuan Puluhan Ton Gula Pasir Malaysia Oleh Prajurit Pamtas

“Awalnya melihat anak-anak ini bermain dan ada yang membantu orang tuannya menjual di pelabuhan saat kapal tiba,” ujar dia.

Keberadaan anak-anak usia sekolah dalam areal pelabuhan tersebut pada hari sekolah dianggap merugikan dirinya kelak.

Pada saat itu mulai mengumpulkan anak-anak untuk belajar sebagai tujuan pendirian rumah belajar ini.

Anak-anak binaan KSKP sedang bermain sebelum belajar, Kamis (16/8). Foto: Anto

Anak-anak binaannya saat ini berasal dari kalangan masyarakat yang berbeda-beda yaitu pedagang asongan, buruh pelabuhan dan petani rumput yang berdomisili di sekitar kantor KSKP tersebut.

Bahkan saat ini, masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari kantor KSKP mulai mendaftarkan anak-anaknya seperti dari Jalan Tanjung Kelurahan Nunukan Barat.

Baca Juga:  Desa Lewomada, Sikka pamerkan kerajinan tangan dari daun lontara di Flotim

Berlin sapaan Kepala KSKP ini menambahkan, saat ini mulai membuka diri dengan menerima anak didik dari manapun sebagaimana misi pendirian rumah belajar yakni menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap polisi.

Jumlah pengajar di rumah belajar binaannya sebanyak tiga orang yang digaji melalui dana patungan dari anggota KSKP sebesar Rp100.000 per orang per bulan.

Tujuan utama membina anak-anak dari masyarakat kalangan kurang mampu untuk memutus mata rantai kelak tidak mengikuti profesi orang tuanya.(Anto)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here