Kabut Asap
Kapal nelayan tetap beraktifitas meskipun jarak pandang terbatas akibat kabut asap kiriman.

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Meskipun kabut asap kiriman masih melanda Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara masih berlangsung, Kantor Syahhandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menilai pelayaran tetap aman.

Kepala KSOP Nunukan Syarif Bustaman melalui Kepala Seksi Keamanan dan Patroli Pantai, Ali Aminuddin di Nunukan, Senin menyatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti surat imbauan Bupati Nunukan bernomor 92/338/Setda-Humpro/IX/2019 tertanggal 14 September 2019.

Oleh karena itu, Ali meminta kepada operator dan nakhoda kapal agar meningkatkan kewaspadaan akibat dari kabut asap ini.

Ia menekankan, selama pelayaran senantiasa memperhatikan perkembangan kondisi cuaca setiap enam jam sebelum pelayaran dimulai.

Selanjutnya, KSOP Nunukan menganjurkan, awak dan penumpang kapal-kapal rakyat menggunakan baju penolong (pelampung) selama dalam pelayaran.

Baca Juga:  PT Pelni Bersedia Angkut Kebutuhan Pokok Nunukan

Demi menghindari terjadinya kecelakaan di laut maka diimbau pula kepada kapal-kapal atau speedboat tidak menggunakan kecepatan tinggi.

Selain itu, KSOP Nunukan meminta pula selama pelayaran tidak lupa menyalakan lampu navigasi dan membunyikan isyarat saat pandangan terbatas.

Ali menerangkan, pihaknya senantiasa terus memantau kondisi cuaca dengan berkoordinasi dengan BMKG setempat.

Sesuai informasi dari BMKG Nunukan, jarak pandang visual akibat kabut asap telah berangsur membaik sehingga keamanan pelayaran pun telah normal.

Jarak pandang visual di perairan Kabupaten Nunukan saat ini telah mencapai 4,5 kilo meter.

Ali menilai, membaiknya jarak pandang visual saat ini tentunya kabar gembira bagi pelayaran. Meskipun jarak pandang terbatas, dia katakan, tidak mempengaruhi pelayaran di daerah itu.

Baca Juga:  Kejari Nunukan Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa di Sebatik

Intinya, KSOP Nunukan telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh perusahaan dan nakhoda pelayaran sebagai bentuk peringatan.

“Kami sudah membuat surat edaran kepada perusahaan dan nakhoda kapal agar tetap waspada terkait kabut asap ini,” ujar dia menanggapi keselamatan pelayaraan akibat kabut asap ini.

Pada sisi lain, Kepala Cabang PT Pelni Nunukan, Alex, Senin menyatakan, armadanya tidak terpengaruh kabut asap yang berlangsung saat ini.

Ia menyebutkan, jarak pandang 500 meter pun masih aman bagi pelayaran kapal Pelni karena peralatan navigasinya cukup memadai.

“Soal kabut asap bagi Pelni tidak ada masalah. Kita tidak terpengaruh dengan kabut asap,” ujar Alex.

Alex berpendapat, kabut asap yang melanda Kaltara sama sekali tidak mempengaruhi pelayaran armada PT Pelni sehingga tidak imbauan untuk menunda atau membatalkan pelayaran.

Baca Juga:  Zainal-Yansen Programkan Gelar Pekan Budaya Tahunan di Kaltara

Sambil berjalan saat ditemui di kantornya pada Senin, 16 September 2019, Alex mengatakan, armada PT Pelni tetap konsisten melayani penumpang meskipun ada kabut asap.

Kabut asap yang melanda Kaltara khususnya Kabupaten Nunukan sejak empat hari lalu akibat kebakaran hutan dam lahan di Provinsi Kalsel, Kalteng, Kalbar dan Kaltim. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here