Kualitas Pendidikan di Perbatasan
Gedung SMAN 2 Nunukan

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РPeningkatan kualitas Pendidikan di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan masih sulit diwujudkan, karena terkendala minimnya fasilitas pendukung proses belajar mengajar (PBM).

LSM Panjiku mendesak Pemprov Kaltara lebih peduli jika benar-benar punya komitmen memperhatikan dunia pendidikan di wilayah perbatasan khususnya tingkat SLTA.

Salah satu sekolah yang disorot LSM ini adalah SMAN 2 Nunukan dimana sangat minim fasilitas sehingga siswa siswi kesulitan meningkatkan mutu belajarnya.

Ketua LSM Panjiku, Mansyur Rincing di Nunukan menjelaskan, Pemprov Kaltara harus memperhatikan sarana prasarana sekolah ini terutama pengadaan laboratorium.

Baca Juga:  Dua Karhutla di Nunukan, Begini Penjelasan BMKG

Ia berpendapat, pengadaan laboratorium di SMAN 2 Nunukan sudah sangat mendesak agar PBM berjalan lancar.

“Kalau mau meningkatkan kualitas siswa siswi seharusnya Pemprov Kaltara memperhatikannya,” ujar Mansyur, Jumat, 6 September 2019.

Beberapa mata pelajaran yang sangat membutuhkan laboratorium seperti bahasa, biologi, kimia, nautika/matematika, fisika, multimedia, kelautan/bahari dan komputer untuk UNBK.

“Laboratorium ini sudah menjadi kebutuhan dan mendesak untuk diadakan di SMAN 2 Nunukan,” tandas dia.

Mansyur menyoroti pula soal komitmen Pemprov Kaltara yang hanya lebih fokus pada penganggaran proyek hingga puluhan miliar rupiah. Sementara fasilitas sekolah masih diabaikan yang berdampak pada minimnya kualitas belajar anak-anak.

Baca Juga:  Sholat Idul Fitri 1441 H Ditiadakan di Kaltara

“Jangan biarkan anak-anak kita di perbatasan serba terbatas karena tidak di tunjang dengan sarana dan prasana pendidikan yang memadai. Jangan cuma menganggarkan proyek milyaran rupiah tapi di dunia pendidikan diabaikan,” kata Ketua LSM Panjiku ini.

Menurut dia, apabila Gubernur Kaltara tidak memperhatikan pengadaan sarana prasarana  belajar siswa siswi SMAN di perbatasan maka bertentangan dengan Nawacita Presiden Jokowi.

Bahkan dia berniat akan menyurati Presiden Jokowi apabila Gubernur Kaltara tidak mengambil tindakan cepat soal peningkatan kualitas pendidikan di perbatasan Indonesia-Nalysia khusunya di Kabupaten Nunukan. (***)

Baca Juga:  Gubernur Kaltara Dinilai Gagal Tingkatkan Pendidikan di Perbatasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here