Lada Lutim Berupaya Tembus Pasar Eropa

Lutim (berandatimur.com) – Hasil pertanian jenis lada Kabupaten Luwu Timur, Sulsel berupaya menembus pasar di negara-negara Eropa di tengah anjloknya harga di dalam negeri.

Sekaitan dengan upaya ini, Pemkab Lutim (Luwu Timur) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI menggelar seminar bertajuk “Peluang Pasar dan Strategi Pemasaran Ekspor Lada Lutim” di Gedung Pertemuan Batara Jalan Ahmad Yani Desa Wawondula Kecamatan Towuti, Lutim, Kamis (2/8).

Pada seminar tersebut, Bupati Lutim, HM Thoriq Husler mengemukakan, Pemkab Lutim tak henti-hentinya mengupayakan petani lada terus bertahan di tengah-tengah anjloknya harga lada (merica) saat ini.

Thoriq menjelaskan, anjloknya harga lada pada timgkat petani di daerah itu akibat panjangnya distribusi dan permainan tengkulak.

Baca Juga:  Kaltara Peroleh Kucuran Dana APBN 2019 Sebesar Rp10,408 Triliun

Hal lain disebabkan petani belum memiliki pemahaman mengakses informasi tentang pasar lada baik dalam maupun luar negeri ditambah melimpahnya hasil panen.

Seminar ini diselenggarakan untuk membuka wawasan para petani tentang strategi pemasaran ekspor dan “branding” lada di Kabupaten Lutim.

Menyinggung adanya pembajakan dari daerah lain terhadap lada asal Lutim, Thoriq berjanji secepatnya melakukan perlindungan Indikasi Geografis untuk meningkatkan reputasi produk unggulan daerah.

Indikasi Geografis adalah suatu tanda asal daerah suatu barang karena faktor lingkungan geografis seperti faktor manusia dan alam yang memberikan ciri dari kualitas tertentu dari barang yang dihasilkan.

Oleh karena itu, secepatnya Pemkab Lutim berupaya mendaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Awasi Pasokan Bawang Putih Dari China

Sertifikasi ini penting mengingay lada asal Lutim yang dijual keluar daerah banyak dibeli pedagang dari Provinsi Bangka Belitung selanjutnya di ekspor ke luar negeri.

Salah seorang pemateri pada seminar tersebut, Dika Rinakuki dari Lokal Expert of CBI in Indonesia mengatakan, sebenarnya petani bisa mendiri dengan mengekspor hasil kebunnya sendiri.

Peluang ekspor lada dari Indonesia cukup besar meskipun saat ini Vietnam dikenal negara pengekspor lada terbesar di dunia. Namun kualitas lada Vietnam masih jauh dibawah Indonesia.

Salah seorang pemateri menjelaskan soal potensi ekspor lada pada seminar yang diselenggarakan Pemkab Lutim bekerja sama Kementerian Perdagangan RI di Lutim, Kamis (2/8)

Rina pun mengungkapkan, pasar dunia saat ini mempertanyakan  kualitas lada asal Vietnam sehingga kadangkala mengoplos dengan lada asal Indonesia untuk menjaga kualitasnya dan harganya.

CBI sebagai lembaga yang memfasilitasi pelaku usaha untuk memasarkan produk kepasar Eropa meminta petani lada di Kabupaten Lutim mempertahankan kualitas agar tetap bisa bersaing di pasar internasional.

Baca Juga:  Bedah Rumah Rampung, Penyerahan Kunci Diwarnai Tangis Haru

“Kita bisa mengakses informasi harga lada secara online sehingga kita tau posisi kita dan tidak bisa dipermainkan oleh tengkulak,” tutur Rina.

Bahkan dia menganjurkan, petani lada di Lutim bersatu dalam sebuah wadah untuk menjaga kekuatan. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here