Lapas Nunukan kembangkan kreatifitas warga binaan dengan membatik dan seni

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) –Keterbatasan bergerak bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara bukan halangan untuk mengembangkan wawasan dan kreatifitas dalam berbagai kesempatan dalam menjalani hari-harinya dalam kurungan.

“Kami senantiasa berupaya mengembangkan kemandirian warga binaan. Tidak pernah membatasinya,” ujar Kepala Lapas Nunukan, Pujiono Slamet di Nunukan, Rabu, 21 Agustus 2019.

Ia menerangkan, pengembangan diri sesuai minat dan bakatnya untuk lebih mandiri terusĀ  dilakukan Lapas Nunukan terhadap warga binaannya.

Pengembangan kemandirian tersebut berupa pembelajaran membatik, pembuatan roti dan seni tari serta drama.

Baca Juga:  Lapas Nunukan Tiadakan Hari Besuk Bagi Warga Binaan

Mengenai pembelajaran membatik sendiri, Pujiono katakan, khas Nunukan. Dimana tutor didatangkan dari Pemkab Nunukan.

Pembelajaran membatik ini melibatkan warga binaan jenis kelamin pria untuk tahapan awal (pembuatan kerangkanya). Sedangkan wanitanya khusus pewarnaan dan proses finishing.

Hanya saja, kata Pujiono, kegiatan membatik ini baru diajarkan sebulan lalu.

Sementara pembuatan roti sendiri, selama ini baru masih kategori kecil-kecilan karena belum menemukan pasar atau pihak ketiga.

Pihak Lapas Nunukan sedang berusaha menjalin kerja sama dengan pihak ketiga yang mampu memasarkannya.

Kasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Nunukan, Hanif mendampingi warga binaannya membuat roti

“Untuk saat ini warga binaan baru bisa mengolah 3-10 kilo gram sehari,” beber Kalapas Nunukan.

Baca Juga:  Isu Tahanan Melarikan Diri, Kalapas Nunukan: Tidak Ada!

Begitu juga dengan kreatifitas dan bakat seni diajarkan kepada warga binaan berupa tarian dan drama kolosal.

Warga binaan yang meminati seni, telah beberapa tampil pada sejumlah event penyambutan tamu dan perlombaan.

Pujiono memgharapkan warga binaannya terus mengembangkan bakatnya agar pasca menyelesaikan hukumannya nanti bisa lebih mandiri di tengah-tengah masyarakat. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here