Legislator Flotim dari Gerindra Ini Ikut Demo Bersama Nakes  

Legislator Flores Timur Ikut Demo Bersama Nakes RSUD Larantuka
Legislator Partai Gerindra Muhidin Demon ikut long march saat ratusan nakes RSUD Larantuka berunjukrasa menuntut upah layanan COVID-19 yang belum dibayar Pemda pada Rabu (30/11)

Larantuka (BERANDATIMUR) – Sebagai bentuk dukungan terhadap tenaga kesehatan (nakes) RSUD Larantuka yang berunjukrasa menuntut hak upah layanan kesehatan COVID-19 yang belum dibayar Pemkab Flores Timur, NTT.  Seorang legislator Flores Timur ikut berunjukrasa dengan long march bersama ratusan nakes.

Legislator tersebut asal Fraksi Partai Gerindra bernama Muhidin Demon. Keikutsertaan legislator ini berunjukrasa menyita perhatian masyarakat dan awak media.

Sekitar satu kilo meter jarak berjalan kaki, ratusan nakes ini membentangkan spanduk dengan tulisan bernada sindiran dan kecaman kepada Pemkab dan DPRD Flores Timur.

Muhidin sekali-kali mengelap keringat di wajahnya dan memberikan semangat kepada para pengunjukrasa.

Sesampainya di Kantor Bupati Flores Timur, Muhidin pun tak bergeming dengan teriknya sinar matahari yang membakar suasana tempat itu.

Baca Juga:  Pemkab Flotim Belum Bayar Jasa Pelayanan Pasien COVID-19, Nakes RSUD Larantuka Gelar Aksi 

Legislator ini senantiasa setia menemani ratusan nakes menunggu tanggapan Pemkab Flores Timur atas tuntutan nakes RSUD Larantuka ini.

Sayangnya, perjuangan legislator dan nakes ini sia-sia karena tidak ada pejabat Pemkab Flores Timur yang menemuinya.

Kepada awak media, Muhidin menuturkan ikut berunjukrasa bersama ratusan nakes ini sebagai bentuk kepedulian dirinya selaku wakil rakyat

Ia katakan, ratusan nakes RSUD Larantuka telah bertaruh nyawa menangani pasien COVID-19 dan wajar memperjuangkan hak-haknya yang tidak dibayarkan.

“Saya sangat mendukung penuh aksi yang dilakukan oleh rekan – rekan tenaga kesehatan hari ini. Dengan segala resiko mereka telah berjibaku menangani pasien COVID-19 namun Pemda Flotim tidak mengakui jasa mereka dengan berbagai macam dalil,” ujarnya.

Baca Juga:  Liga 3 ETMC, Perserond Rote Ndao menyusul Persebata ke semifinal

Bahkan Muhindin menyatakan fraksinya dengan tegas memberikan pendapat pada pembahasan RAPBD 2023 menuntut Pemkab Flores Timur menganggarkan upah layanan kesehatan pasien COVID-19 tersebut.

“Secara fraksi kami menolak keras komitmen Pemda yang tidak mau membayar upah nakes bahkan tidak menganggarkan itu di dalam RAPBD. Ini manusia loh yang kerja pak, kita hanya bisa menghargai kerja mereka dengan memberikan upah tetapi kenapa hal itu tidak di laksanakan bahkan dalam RAPBD pun tidak di anggarkan,” sebut Muhidin.

Ketua Fraksi Partai Gerindra ini juga menilai persepsi negatif terhadap kepemimpinan Pj Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi terus meningkat atas sejumlah kebijakannya yang kontroversial.

“Saya dan secara fraksi juga sudah mengusulkan kepada pimpinan DPRD agar setelah ini secepatnya membentuk tim yang akan dikirim ke provinsi dan Kemendagri untuk meminta agar Pj bupati kita saat ini segera dicopot saja dari jabatannya sebagai Pj Bupati Flotim karena kita menilai dirinya hadir di Flotim tidak bisa menyelesaikan permasalah melainkan menambah masalah,” tandasnya. (*)

Baca Juga:  Bupati Flores Timur hadiri pelaksanaan sholat Id di pelataran Pelabuhan Larantuka

Reporter: Yakobus Elton Nggiri
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here