Lembata dapat pinjaman dana Rp35 M, Kadis PUPR minta wartawan ikut mengawasi

Lembata Peroleh Pinjaman Dana PEN Sebesar Rp3,5 Miliar

Lembata (BERANDATIMUR) – Sebanyak 50 paket proyek jalan yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digelontorkan oleh PT Sarana Multi Infrastuktur (SMI).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aloysius Muli Kedang kepada awak media pada Selasa 16 Agustus 2022 menyatakan, dari 50 paket proyek untuk ruas jalan sekitar 40 ruas jalan yang sudah dilelang.

Namun terdapat beberapa ruas jalan yang gagal lelang tetapi sudah dilelangkan kembali.

“Ada tiga ruas jalan yang memakan dana cukup besar akan tetapi masih terkendala pada saat perencanaan konsultan, karena perencanaan konsultan dalam seleksi umum membutuhkan waktu yang panjang sekitar dua bulan sehingga masih dalam tahapan proses dari ketiga paket tersebut,” jelas Kepala PUPR Lembata itu.

Baca Juga:  Partai Gerindra gelar Garuda Cup di Lembata

Total anggarannya sebesar Rp35 miliar dikerjakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Lembata masing-masing ruas jalan simpang lima Wangatoa-Puor sebesar Rp17,5 miliar dan ruas jalan Waikomo-Lerek senilai Rp23 miliar.

Aloysius mengatakan kegiatan pekerjaan ini dibiayai dari dana pinjaman daerah dari PEN untuk kebutuhan masyarakat khususnya  sarana prasarana transportasi jalan yang sudah sangat mendesak.

“Dengan adanya dana pinjaman ini kita mengharapkan hasil pekerjaan itu bisa memenuhi persyaratan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya,” sebut Aloysius.

Oleh karena itu, demi suksesnya kegiatan yang menggunakan dana PEN ini, Aloysius meminta semua pihak termasuk wartawan agar turut mengawasi proyek ini.

Baca Juga:  Drama adu pinalti, Persebata Lembata kubur mimpi PS Malaka pertahankan juara ETMC

“Yang saya mau itu semua pihak termasuk teman-teman wartawan untuk bisa turut serta dalam pengawasan ini sehingga pekerjaan ini mendapatkan hasil yang maksimal,” pinta dia.

Bahkan Kadis PUPR Lembata ini menilai segala kendala yang dialami selama pengerjaan proyek ini dapat dikomunikasikan dengan baik antara kontraktor dengan pihak terkait supaya dapat dicarikan solusi terbaik.

“Kita mematok harga mati soal mutu dan kualitas, maka dari itu harus ada keseriusan dari masing-masing pihak baik itu pelaksana mapun pengawas dalam pelaksanaan pekerjaan yang bersumber dari dana pinjaman (PEN) dan harus betul kita maksimalkan,” tutup Aloysius. (mg05) 

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here