Sabah (berandatimur.com) – Kejadian kembali menimpa warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai nelayan dk Negeri Sabah, Malaysia. Kali ini lima TKI asal Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Labuan Kota Kinabalu.

Kelima TKI tersebut adalah Rudi bin Salam (39) asal Kabupaten Buton nomor paspor AU262141, Salimuddin (46) asal Laimu, Adi bin Rahman (33) asal Buton nomor paspor A8300283, La Tatu (35) asal Limbowoou nomor paspor B8716095 dan La Janu (19) asal Seram Wakatobi nomor paspor B8716416.

Baca Juga:  Manfaatkan Halaman Rumah, Diaspora Asal Magelang Sukses Bertani di Amerika

Staf Imigrasi Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu, Latif Kapitan yang dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (24/9) mengaku, pihaknya belum mengetahui secara pasti akibat hilangnya kelima TKI yang dimaksud.

Ia mengatakan, baru mendapatkan informasi dimana dilaporkan melarikan diri pulang ke Indonesia.

“Kami belum tahu persis apakah kelima WNI itu hilang atau pulang ke Indonesia,” ujar dia.

Melalui akun facebook KJRI Kota Kinabalu menyerukan kepada seluruh WNI di Negeri Sabah apabila menemukan atau mendapatkan informasi keberadaan kelimanya agar melaporkan.

Bahkan akun media sosial Kantor Perwakilan Indonesia di Kota Kinabalu itu mengajak kelima TKI tersebut melaporkan diri karena dituduh melarikan peralatan kapal majikannya.

Baca Juga:  Penculikan WNI Kembali Terjadi di Sabah, Ini Daftar Namanya

Masih melalui akun medsos itu, peralatan kapal yang hilang adalah GPS (global position system), pukat dan bahan bakar kosong.

Kelima TKI ini menghilang sejak 9 September 2018 dan belum ditemukan sampai sekarang.

“Kelima WNI ini sedang dicari banyak pihak atas kasus ini karena peralatan kapal nelayan yang digunakannya banyak yang hilang,” demikian pernyataan KJRI Kota Kinabalu melalui akun medsosnya. (***)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here