LSM Anti Korupsi minta AHB jadi justice collaborator kasus dugaan korupsi dana COVID-19 di Flores Timur

LSM KOMPAK Indonesia Minta Tersangka AHB Jadi Justice Collaborator DUgaan KOrupsi Dana COVID-19 di Flores Timur
Ketua Padma dan Kompak Indonesia, Gabriel Goa

Larantuka (BERANDATIMUR) – Jaksa telah menetapkan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana percepatan penanganan COVID-19 2022 di Kabupaten Flores Timur, NTT. 

Ketiga tersangka tersebut adalah AHB selaku Pelaksana Harian Kepala BPBD Flores Timur, PIG menjabat Sekda Kabupaten Flores Timur dan PLT Bendahara BPBD Flores Timur. 

Penetapan tersangka ini diapresiasi LSM Lembaga Hukum dan HAM PADMA dan Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK). LSM ini meminta AHB dapat mengajukan diri sebagai justice collaborator terhadap kasus ini.

Ketua Dewan Pembina Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia sekaligus Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa kepada wartawan pada Senin 19 September 2022 menyatakan kerja cepat Kejari Flores Timur dalam mengusut tuntas tindak pidana korupsi anggaran COVID-19 di daerah itu. 

Baca Juga:  Belum lunasi utang makan minum sejak 2021, Kantor PT Adhi Karya Tbk di Lembata disegel pemilik warung

“Kami dari Lembaga Hukum dan Ham PADMA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian) Indonesia bersama KOMPAK (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi) Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur, Bayu Setyo Pratomo dan jajarannya yang telah serius mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi di Flotim,” ujar Gabriel. 

Ia juga menghargai sikap ksatria Kepala BPBD Flores Timur (AHB) yang siap bertanggungjawab dengan memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Flotim dan taat hukum dan kini sedang ditahan di Rutan Kelas IIB Larantuka. 

Gabriel mengatakan siap membantu AHB menjadi justice collaborator guna mengungkap tuntas aktor intelektual dibalik kasus dugaan korupsi secara berjamaah terhadap dana untuk warga miskin dari dampak pandemi COVID-19 di Kabupaten Flores Timur.

Baca Juga:  Unitas Sikka pameran kerajinan di Festival Bale Nagi Flores Timur

LSM ini pun menyatakan sangat sedih dan miris atas prilaku Sekda Flores Timur dan Bendahara BPBD Flores Timur yang mangkir dari panggilan penyidik kejaksaan setempat.

“Kami siap membantu mendampingi Kepala BPBD Flotim, AHB menjadi justice collaborator untuk mengungkap tuntas aktor intelektual di balik kasus korupsi berjamaah di Flores Timur. Kami juga sedih dan miris atas mangkirnya Sekda Flotim, PIG dan Bendahara BPBD Flotim yang mangkir dari panggilan pihak Kejaksaan Negeri Flotim,” katanya.

Gabriel mengaku merasa terpanggil dengan hati nurani untuk mendukung penegakan hukum terhadap pelaku yang merampok uang rakyat miskin di Flores Timur. Pada kesmepatan itu, dia menyampaikan tiga poin penting yakni: 

Pertama, mendesak Kajari Flores Timur dan jajarannya segera menangkap dan memproses hukum Sekda Flotim dan Bendahara BPBD yang mangkir dari panggilan.

Baca Juga:  Penangkapan oknum polisi di Terminal Bandara Juwata Tarakan diduga berkaitan bisnis ilegal

Kedua, siap membantu dan mendampingi Kepala BPBD Flotim menjadi justice collaborator tipikor dengan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan KPK RI.

Ketiga, mengajak solidaritas Penggiat Anti Korupsi dan Pers (wartawan) mendukung total Kepala Kejari Flotim dan jajarannya untuk berani ungkap dan usut aktor intelektual tindak pidana korupsi berjamaah tersebut. (mg1)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here