Macet Tiap Hari, Organda Usulkan Jembatan Penghubung Makassar-Barombong Harus Dua Arah

MAKASSAR (berandatimur.com) –  Organisasi Angkutan Darat (Organda) menginginkan jembatan penghubung Makassar menuju Barombong dan sebaliknya harus dua arah karena setiap hari terjadi kemacetan khususnya pada pagi hari dan sore hari.

Ketua Organda Makassar, Sainal Abidin di kantornya, dua hari yang lalu menanggapi soal kemacetan hingga berkilo-kilo meter baik dari Jalan Metro Tanjung Bunga maupun dari Barombong akibat jembatan penghubung sangat sempit dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang melintas di jembatan tersebut.

Lebar jembatan diperkirakan hanya empat meter ini satu-satunya akses jalan terdekat penghubung Kota Makassar dengan Barombong dan daerah pinggiran lainnya, kata Zainal Abidin.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah Sulawesi Selatan memikirkan membangun jembatan di dekatnya sesegera mungkin agar kemacetan setiap hari dapat teratasi.

Kendaraan yang padat di atas jembatan penghubung Kota Makassar DENGAN Barombong menyebabkan kemacetan parah setiap hari. Foto: Atim

Organda Makassar menawarkan solusi salah satunya membangun jembatan kembar seperti akses jalan nasional di Sungguminass Kabupaten Gowa.

Baca Juga:  Ingin Ubah Citra Kota Daeng, Komunitas Blogger Anging Mammiri Gelar Blog Challenge

Mengingat, ke depannya jalur ini akan semakin padat karena daerah Barombong semakin berkembang akibat pesatnya pembangunan perumahan/permukiman.

Kemudian, jalur ini menjadi akses alternatif warga pengguna kendaraan roda empat dan roda dua menuju pinggiran Kabupaten Gowa,  Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto.

Sainal Abidin juga mengkhawatirkan apabila Stadion Barombong telah difungsikan kemungkinan besar kemacetan akan semakin parah di jembatan itu apabila tidak secepatnya diantisipasi.

“Dengan jalan yang begitu sempit dan cuma satu jalur, pemerintah setempat yakni Pemkot Makassar, Pemkab Gowa dan Pemerintah Sulawesi Selatan harus membuat jembatan alternatif dua arah,” kata Ketua Organda Makassar ini.

Selain macet, kondisi jalanan di jembatan itu sudah banyak berlubang sehingga memicu terjadinya kecelakaan dan penyebab kemacetan karena kendaraan melintas secara perlahan.

Baca Juga:  Triwulan II-2018, Ekonomi Sulsel Tumbuh 7,38%
Jembatan Barombong yang macet setiap hari utamanya pada pagi hari dan sore hari karena satu-satu akses dari Kota Makassar menuju wilayah pinggiran di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar. Foto: Atim

Ia mengharapkan instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan tindakan nyata agar tidak terjadi korban jiwa di jembatan tersebut.

Untuk langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi kendaraan ukuran besar atau mobil truk melintas di jembatan itu pada waktu tertentu.

Mengenai kondisi jalanan yang berlubang, Sainal mengajak masyarakat yang berdomisili di sekitar jembatan itu untuk membantu pemerintah menutup lubang-lubang agar tidak bertambah parah.

“Jadi setelah mendengar keluhan dari mayarakat, saya harap pemerintah setempat dan instansi tekait seperti Dinas PU serta Dishub jangan tinggal diam. Telusuri dan ambil langkah pencegahan secepat mungkin” tegas Sainal.

Secara terpisah, Ketua RW 10 Kelurahan Barombong, Marwan Daeng Nai menyatakan, kemacetan yang terjadi setiap hari di jembatan itu telah mengganggu aktivitas warganya.

Baca Juga:  Dinilai tegas dan bijak, ratusan anak muda di Sulsel deklarasi dukung Ganjar jadi capres

Sehubungan kemacetan yang terjadi, warganya terpaksa berangkat kerja lebih awal menghindari sulitnya melintas di jembatan itu ketika kendaraan mulai padat.

Marwan Daeng Nai menuturkan keprihatinannya atas kondisi lalu lintas di wilayahnya ditambah jalanan yang rusak dan berlubang di jembatan itu rawan terjadi kecelakaan pada malam hari.

Ia mengharapkan, apabila pemerintah daerah belum bisa menambah jembatan alternatif agar memperbaiki jalanan berlubang terlebih dahulu. (*)

Penulis: Atim
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here