Mahasiswa Tuntut Kepala PLN Bulukumba Dicopot

Makassar (BERANDATIMUR.COM) – Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN SulSelbar di Jalan Hertasning, Kota Makassar menuntut Kepala PLN Bulukumba dicopot karena dianggap tidak mampu mengontrol penyalahgunaan aliran listrik hingga menelan korban.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bulukumba ini melakukan orasi sambil membentangkan spanduk pada Selasa, 18 Juni 2019.

“Listrik sejatinya adalah kebutuhan masyarakat luas dalam kehidupan sehari-hari, bukan digunakan untuk menghilangkan nyawa seseorang,” tegas Koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa Bulukumba Yurdinawann dalam orasinya.

Ia menyatakan, aliran listrik jebakan babi yang marak dipasang di Kabupaten Bulukumba telah menelan enam korban jiwa termasuk salah seorang warga Desa Borong Kecamatan Herlang pada 13 Juni 2019.

Baca Juga:  Poltekpar Makassar gelar job fair dirangkaikan talkshow

Yurdinawan meminta, PLN dan kepolisian bersenergi memberikan sanksi tegas kepada para pelaku pemasang listrik jebakan babi di Kabupaten Bulukumba untuk memberi efek jera.

Mahasiswa ini pun menuntut agar hak izin para pelaku jebakan babi di Kabupaten Bulukumba segera dihapus agar tidak beroperasi lagi.

“Jika tuntutan Aliansi Mahasiswa Bulukumba tidak digubris, maka akan ada aksi lanjutan lagi esok hari,” kata dia.

Menanggapi aksi ini, Franklin Ginther, selaku Hubungan Masyarakat PLN Selselbar meminta agar perwakilan Mahasiswa Bulukumba datang menyampaikan aspirasi dengan bertemu langsung.

Baca Juga:  Protes Biaya Wisuda, Mahasiswa UKI Paulus Lapor Ombudsman

“Kami siap menerima aspirasi mahasiswa dengan cara ngobrol baik-baik di dalam kantor. Kami amat menyayangkan ada yang aksi oknum yang melanggar seperti bakar ban di depan kantor,” harap Franklin di lokasi aksi.

Fraklin juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan PLN Cabang Bulukumba mengenai masalah aliran listrik jebakan babi yang telah menelan banyak korban jiwa tersebut

“Pihak PLN Bulukumba cuma melaporkan satu korban jiwa namun yang disampaikan mahasiswa ada enam korban. Ini yang perlu kita luruskan dengan duduk bersama dan mencari solusi,” tambahnya staf PLN Sulselbar ini.

Baca Juga:  Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Diduga Dua Pengendara Sepeda Motor

Ia berharap bisa bersenergi dengan mahasiwa dalam menyelesaikan masalah ini dengan cara yang tidak anarkis. (*)

Reporter: Atim
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here