Mahasiswa UNM temukan aplikasi monitoring kebocoran gas LPG

Mahasiswa UNM Temukan Aplikasi Monitoring Kebocoran LPG
Tim peneliti mahasiswa UNM yang menemukan aplikasi monitoring kebocoran LPG.

Makassar (BERANDATIMUR) – Lima mahasiswa pelatihan metodologi penelitian (PMP) XXV Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Univerversitas Negeri Makassar (UNM), Sulsel yang diketuai oleh Dodhy Kurniawan, merancang sebuah aplikasi monitoring kebocoran gas LPG.

Penelitian ini diuraikan oleh tim dalam seminar proposal PMP XXV UKM Penalaran yang berlangsung di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar pada Selasa, 26 Juli 2022.

Judul penelitian “Pengembangan Sistem Monitoring Kebocoran Gas Menggunakan MQ-7 dan Relay untuk Pengaktifan Pompa Air Berbasis Internet of Things”.

“Iya aplikasinya dibuat melalui platform MIT App Inventor, untuk aplikasinya itu berfungsi sebagai aplikasi monitoring saja,” kata Awan sapaan Dodhy Kurniawan kepada awak media ini pada Selasa 26 Juli 2022.

Baca Juga:  Workshop Pimnas, Indwiyani Astuti: PKM ajang mahasiswa jelajah ilmu

Menurut dia, penggunaan aplikasi yang mendeteksi gas dan air berbasis android ini mampu meminimalisir penyebaran api.

“Alatnya nanti dapat mendeteksi gas dan juga api jika ada gas atau api yang terdeteksi maka akan terkirim notifikasi ke aplikasi android dan selanjutnya pompa air akan menyala untuk meminimalisir penyebaran api,” ujar mahasiswa UNM ini.

Awan dan tim mengharapkan adanya aplikasi ini dapat meminimalisir kebakaran akibat kebocoran gas LPG.

“Tentu harapan kami dengan adanya aplikasi atau alat ini agar dapat mencegah kebakaran sedini mungkin dan meminimalisir kebakaran yang diakibatkan kebocoran gas,” harap dia.

Baca Juga:  7 jasad janin yang ditemukan di kamar kos, hasil aborsi pasangan kekasih ini sejak 10 tahun lalu

Sebagai tolak ukur keberhasilan aplikasi, ditandai dengan munculnya notifikasi kadar gas dan satus sensor di aplikasi. “Untuk mengetahui aplikasinya berhasil itu ketika kadar gas dan satus sensornya tampil pada halaman depan aplikasinya,” sebut Awan.

Hanya saja, dia menyatakan aplikasi pendeteksi kebocoran gas ini masih bersifat sementara atau masih dalam proses perancangan. “Kalau untuk aplikasinya ini masih proses pembuatan,” beber mahasiswa UNM ini.

Awan menjelaskan, meskipun diambil dari hasil penelitian sebelumnya namun tetap memiliki ciri khas dengan hadirnya pompa air yang berfungsi meminimalisir penyebaran api tersebut.

Baca Juga:  Duta Baca Indonesia ajak mahasiswa IKT Larantuka budayakan membaca

“Ide awalnya itu kami terinspirasi dari peneliti-peneliti sebelumnya namun di sini kami membuat aplikasinya sendiri untuk memonitoring kebocoran gas dan disini kami juga menambahkan pompa air untuk meinimalisir penyebaran apinya,” jelasnya. (mg02)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here