Makassar Geger, Bocah 11 Tahun Diculik, Dibunuh dan Mayatnya Ditemukan di Bawah Jembatan

Bocah 11 Tahun Diculik, Dibunuh, Mayatnya Ditemukan di Bawah Jembatan
Kedua pelaku AD dan MF, yang menculik bocah 11 tahun bernama Fadli Sadewa dan membuang Mayatnya di bawah jembatan Inspeksi PAM Nipah-Nipah Moncongloe, Maros.

Makassar (BERANDATIMUR) – Kota Makassar, Sulsel kembali geger atas penculikan seorang bocah berusia 11 tahun. Lalu dibunuh dan mayatnya ditemukan di bawah jembatan di Jalan Inspeksi PAM Nipa-Nipa Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Mayatnya ditemukan pada Senin, 9 Januari 2023 dari hasil penyelidikan aparat kepolisian Polsek Panakkukang, Makassar. Setelah mendapatkan laporan dari orangtua korban.

Sesuai laporan orangtuanya, anaknya hilang sejak Minggu, 8 Januari 2023.

Penyelidikan pun dilakukan aparat kepolisian dengan membuka sejumlah CCTV pada lokasi yang diduga awal hilangnya korban.

Diketahui, korban (bocah) bernama Muhammad Fadli Sadewa yang duduk di kelas V di SD Batua Raya, Makassar. Pantauan dari CCTV, korban dijemput oleh seorang remaja yang mengendarai sepeda motor di depan supermarket di Jalan Batua Raya.

Baca Juga:  Pengedar Sabu-sabu Skala Kecil Ditangkap di Lumbis. Barang Bukti Cuma 4,47 Gram

Aparat kepolisian pun langsung mengendus pelakunya, ternyata seorang remaja yang masih duduk di bangku SMA di Makassar.

Pelaku yang pertama diamankan berinisial AD (17) di rumahnya di Kompleks Kodam Lama Lorong 7, Jalan Batua Raya 7, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar pada Selasa, 10 Januari 2023 dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.

Setelah dikembangkan, pelaku kedua berinisial MF (14) juga pelajar SMA di Makassar.

Kronologis penculikan dan pembunuhan bocah di Makassar ini disebutkan, korban FS yang memakai baju kaos dan celana pendek ditemui seseorang yang mengendarai sepda motor di depan Minimarket Jalan Batua Raya.

Pengendara sepeda motor ini menjanjikan uang Rp50.000 kepada korban. Lalu, kedua pelaku membonceng korban menuju perbatasan Kota Makassar dengan Maros di dekat Waduk Nipa-Nipa.

Baca Juga:  2019, 1.078 Pesawat Berangkat Pada 6 Bandara di Kaltara

Pada saat itu, korban dicekik oleh kedua pelaku dan kepalanya dibenturkan ke lantai. Selanjutnya diikat dengan tali rapiah dan dibungkus kantongan plastik warna hitam.

– Motif Penculikan dan Pembunuhan

Informasi tertulis yang beredar, pelaku AD mengaku, menculik dan membunuh korban karena ingin menjual organ tubuhnya kepada pembeli yang dikenalnya pada sebuah situs online.

“Masuk di Yandex, terus ketik organ sell, di situ harganya 80 ribu dollar,” ungkap AD.

Organ tubuh yang ingin dijual adalah ginjal dan paru-parunya senilai Rp1,2 miliar.

“Ada ginjal, paru-paru juga,” kata AD lagi. Setelah mendapatkan organ tubuh milik bocah FS, ternyata calon pembeli tidak merespon pelaku melalui laman pencarian tersebut.

Baca Juga:  Awalnya Najamuddin Sewang disantet tapi tidak meninggal, akhirnya pelaku beli senpi dari jaringan teroris

Hanya saja, Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando kepada media menyatakan belum bisa memastikan motif penculikan sekaligus pembunuhan tersebut.

Menurut dia, aparat kepolisian masih mendalami motif kasus ini. “Kami tidak bisa memastikan informasi yang sudah beredar luas itu karena masih kita dalami,” kata AKP Lando.

Kedua pelaku juga masih diperiksa intens di Malolrestabes Makassar. (mg07)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here