Malaysia masih “lockdown”, 16 TKI asal NTT pulang sendiri via Krayan

Malaysia lockdown, 16 TKI asal NTT Pulang via KrayanPulang
Foto: Doc BERANDATIMUR

Nunukan (BERANDATIMUR) – Berhubung siatuasi pandemi COVID-19 di negeri jiran Malaysia yang kian tak menentu, menyebabkan segala aktivitas masyarakat terhenti karena diberlakukan “lockdown”. Pekerja asing pun kebingungan dimana penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya semakin mendesak.

Kurangnya atau dibatasinya aktivitas termasuk kepada pekerja asing dari Indonesia sehingga 16 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki pulang sendiri ke kampung halamannya melalui Long MIdang Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Hal ini dibenarkan oleh Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan melalui Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan TKI Arbain pada Kamis, 2 September 2021 bahwa memang ada 16 PMI yang bekerja di Sarawak kini sedang ditampung di Rusunawa Nunukan untuk dipulangkan ke daerah asal.

Baca Juga:  Malaysia tidak komitmen dan mulai ketakutan, Indonesia stop kirim TKI

Arbain menyatakan ke-16 PMI yang pulang melalui Long Midang Kecamatan Krayan telah diserahkan kepada BP2MI Nunukan oleh petugas Imigrasi setempat setelah dilakukan pendataan oleh prajurit Satgas Pamtas Yon Arhanud 16 dan Kecamatan Krayan.

“Iya mereka sudah melaporkan diri di Pos penjaga perbatasan, imigrasi Krayan dan Kantor Kecamatan Krayan sebelum diserahkan kepada BP2MI Nunukan,” terang dia.

Kedatangan ke-16 PMI itu dalam dua gelombang yakni tujuah orang pada Selasa (31/8) dan sembilan orang pada Rabu (1/9). Ke-16 PMI ini terdiri dari tiga laki-laki dan lima perempuan. Ditambah delapan anak-anak masing-masing tiga perempuan dan lima laki-laki.

Baca Juga:  Warga Bulukumba-93 Cafe & Resto gelar pertandingan domino perebutkan hadiah menarik

Arbain menambahkan, ke-16 PMI ini telah vaksin di negara tenpatnya bekerja dan saat ini sedang dikarantina di Rusunawa Nunukan sambil menunggu hasil PCR sebelum dipulangkan ke kampung halamannya.

Ia menyatakan sebenarnya ke-16 PMI ini masih aktif dokumen keimigrasiannya (paspor) dan membawa surat keterangan “jaminan” dari perusahaan kelapa sawit tempatnya bekerja. Belasan PMI ini pulang sendiri dengan alasan Malaysia masih lockdown sehingga tidak banyak waktu untuk bekerja lagi.

Dampaknya, PMI ini tidak diperpanjang lagi kontrak kerjanya oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sarawak. Oleh karena itu, lebih baik memilih pulang ke kampung halaman dengan berinisiatif melalui Long Midang. Daerah asal ke-16 PMI ini adalah tujuh orang dari Kabupaten Flores Timur dan sembilan orang dari Kabupaten Sikka, NTT. (***)

Baca Juga:  Intensitas Hujan Mulai Tinggi di Nunukan, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here