Puluhan TKI ilegal yang diusir Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Rabu (19/7)

Nunukan (berandatimur.com) – Pemerintah Kerajaan Malaysia mengusir 44 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah karena terlibat tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

Faktor pergaulan di tempat kerja dan kediamannya di negeri jiran menjadi penyebab utamanya sehingga banyak WNI menikmati barang haram tersebut.

Hal ini diketahui berdasarkan data yang diperoleh dari Konsulat RI di Negeri Sabah kepada Kantor Imigrasi Nunukan, Kamis (6/9).

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution di Nunukan, Kamis juga membenarkan, ke-44 WNI yang diusir awal September 2018 ini karena kasus narkoba.
Sabiruddin bin Tawile (46), salah seorang TKI deportasi kasus narkoba menuturkan, awalnya mengonsumsi hanya iseng-iseng atas ajakan teman di kediaman di Negeri Sabah sejak setahun lalu.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Warga Banjiri The 3rd Anniversary Aztrada 88 Sebatik

Namun, berikutnya menjadi ketagihan karena hampir tiap hari menyaksikan teman-temannya mengisap sehingga tergoda.

Akhirnya, ketagihan itulah terus mengonsumsi sehingga tertangkap bersama teman-temannya pada saat razia aparat kepolisian negara itu.

Pria asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel ini mengaku, sabu-sabu yang dikonsumsinya diperjualbelikan bebas di tempat tinggalnya.

Akibat perbuataannya itu, dia dipenjara selama berbulan-bulan di Malaysia sehingga terpaksa meninggalkan anak dan istrinya.

Iapun mengatakan, meskipun telah diusir pulang oleh pemerintah Malaysia ke Kabupaten Nunukan tetap ingin kembali di negeri jiran untuk menemui anak dan istrinya. (***)

Baca Juga:  Pengusaha Lintas Batas Inginkan Pelabuhan Ekspor Impor di Nunukan

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here