Malaysia Usir 63 TKI Ilegal ke Nunukan

Nunukan (berandatimur.com)  Kerajaan Malaysia mengusir 63 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja secara ilegal di Negeri Sabah ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara setelah dihukum di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution di Nunukan, Rabu (19/7) mengutarakan, data yang diperoleh dari Konsulat RI Tawau berdasarkan berita acara serah terima Nomor: 663/Kons/VII/2018 dari 63 TKI yang dipulangkan terdiri 58 laki-laki dan lima perempuan.

Surat KRI Tawau ini menindaklanjuti surat Jabatan Imigrasi Malaysia Nomor: IM.101/S-TWU/E/US/1130-6/2018(18) tertanggal 18 Juli 2018 tentang pemulangan 63 WNI Bermasalah ke Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  Kunjungi Sembakung, Anggota DPRD Nunukan Serahkan Bantuan Sembako

Kemudian kasus yang dilakukan masing-masing 25 orang kasus narkotika, tujuh orang tersangkut tindak pidana kriminal, 11 orang karena tinggal melampaui batas waktu yang ditentukan (overstay) dan 20 orang masuk dan bekerja di negara itu secara ilegal.

TKI ilegal yang diusir Malaysia dikumpulkan di terminal pelabuhan untuk didata sebelum diserahkan kepada BP3TKI Nunukan

Nasution menerangkan, puluhan TKI ilegal itu tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka dengan menggunakan kapal angkutan resmi MV Mid East Ekpres dari Pelabuhan Tawau Negeri Sabah sekira pukul 17.20 wita.

Setibanya di pelabuhan tersebut, dijemput oleh petugas imigrasi, kepolisian, TNI AD dan Kesehatan Pelabuhan selanjutnya diarahkan pemeriksaan barang bawaan di xray bea cukai.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Tutup Tanggap Darurat, Bantuan Pemerintah Berlanjut

Setelah tiba di data di terminal pelabuhan oleh petugas imigrasi dan kepolisian serta TNI AD, TKI ilegal ini diserahkan kepada BP3TKI (Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI) setempat.

Selanjutnya ditampung di Rumah Susun yang terletak di belakang Kantor Gabungan Dinas 1 Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan. (Anto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here