Masuk Desa Wisata, Lewomada Sikka Dapat Penghargaan Dari Kemenparekraf RI

Desa Lewomada Dapatkan Penghargaan dari Kemenparekraf Sebagai Desa Wisata
Kepala Desa Lewomada Dominikus menerima piagam penghargaan dari Kemenparekraf

Larantuka (BERANDATIMUR) – Desa Lewomada, Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, NTT, mendapatkan piagam penghargaan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno.

Desa Lewomada sebagai Desa Wisata binaan Kemenparekraf RI 2021.

Penghargaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Repubik Indonesia diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Petrus Poling Wair Maheng. Diterima oleh
Kepala Desa Lewomada Dominikus Pondeng pada 15 Mei 2022 lalu.

Ketika ditemui oleh awak media ini di ruangan kerjanya, Dominikus Pondeng pada Jumat 18 Nopember 2022 mengaku senang bercampur bahagia mendapatkan penghargaan tersebut.

Malah dia merasa kaget saat mendengar Desa Lewomada yang dipimpinnya masuk nominasi desa wisata.

Baca Juga:  3 nelayan hilang asal Labuan Bajo, NTT ditemukan selamat

“Terus terang secara pribadi saya sangat kaget dan terharu ketika pada pelatihan beberapa waktu lalu Desa Lewomada masuk nominasi,” ujarnya.

Desanya masuk Desa Wisata, Dominukus mengaku mendapatkan banyak tantangan. Dia terus membenahi Pantai Hia sebagai salah satu destinasi wisata di Desa Lewomada yang lagi menggeliat.

“Saya siap benahi SDM di Desa Lewomada dan bekerja sama dengan semua stakeholder sehingga ada perubahan dalam menggelorakan sektor pariwisata sebagai unggulan utama desa,” ujar Kades Lewomada tersebut.

Selain Pantai Hia yang menjadi wisata di Desa Lewomada, sambung Dominikus, ada juga air tawar yang muncul di laut namanya Pitang Waiin berlokasi di belakang kantor desa.

Baca Juga:  Suami tebas istri di Pulau Solor Flores Timur, malamnya bertengkar pagi tergeletak bersimbah darah

Kemudian ada beberapa batu berbentuk gong dan salah satunya berbentuk alat kelamin perempuan yang dikenal warga setempat dengan sebutan Wato Pi’ing.

“Kepercayaan orang tua dulu Pitang Waiin bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan juga Watu Piing atau batu haram. Jadi hanya bisa dilihat dan tidak boleh diraba. Kalau diraba orang yang meraba itu akan sakit kepala dan pusing,” beber Dominikus.

Ia melanjutkan, pengembangan wisata di desanya menjadi salah satu alternatif meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Artinya, masyarakat dapat imbas dari desa wisata dengan terjadinya perubahan ekonomi keluarga.

Baca Juga:  Arung jeram di Sumantipal Lumbis Pansiangan layak jadi destinasi wisata

“Apalagi satu-satunya unggulan Desa Lewomada adalah sektor pariwisata dan ke depannya akan terus dilakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya desa wisata sehingga mindset masyarakat berubah untuk memaknai desa wisata ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yakobus Elton Nggiri
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here