Mau masuk rumah adat, perempuan Suku Labaketoy Lembata wajib gelar Dawai Tale

Seremoni Dawai Tale Suku Labaketoy, Lembata
Perempuan-perempuan Siku Labaketoy Kabupaten Lembata menggelar Dawai Tale agar bisa masuk rumah adat, Sabtu (6/8). FOTO: Azis Usman/BERANDATIMUR.COM

Lembata (BERANDATIMUR) – Seremonial Dawai Tale merupakan salah satu rangkaian dari proses rehabilitasi rumah adat Suku Labaketoy yang terletak di Desa Tagawiti, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT. Acaranya berlangsung pada Sabtu, 6 Agustus 2022.

Prosesi seremonial ini dihadiri semua Suku Labaketoy dengan melibatkan sejumlah suku lainnya di Desa Tagawiti dan sesepuh adat di desa tetangga seperti Desa Beutaran dan Dulitukan.

Seremoni yang digelar terakhir pada 1982, namun sempat terhenti selama pandemi COVID-19 sehingga 2022 ini kembali dilaksanakan. Dawai Tale adalah acara adat sebagai syarat bagi seorang perempuan Suku Labaketoy untuk memasuki rumah adat.

Baca Juga:  Masjid Salabose Berusia 400 Tahun Tanda Awal Masuknya Islam di Majene

Seperti yang diutarakan Abas Yusuf selaku juru bicara Suku Labaketoy bahwa Dawai Tale menjadi syarat bagi seorang perempuan agar bisa masuk dan duduk di bale dalam rumah adat tersebut. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh leluhur dari Suku Labaketoy.

“Dawai Tale merupakan sebuah pengesahan kepada kaum perempuan yang masuk dalam suku Labaketoy yang sudah mengikuti kegiatan ini berhak masuk dan duduk di dalam rumah adat, selama ini bagi yang belum disahkan atau belum mengikuti Dawai Tale maka tidak berhak masuk dan duduk dalam rumah adat,” ujar Abas kepada awak media ini pada Sabtu, 6 Agustus 2022.

Baca Juga:  21 tim sepakbola siap berlaga pada ETMC XXXI di Lembata¬†

Menurut Abas Yusuf, kegiatan ini sudah lama tidak dilaksanakan sehingga baru Agustuas 2022 ini sempat diselenggarakan lagi. Seremoni Dawai Tale ini digelar tanpa jangka waktu tertentu tetapi tergantung kemampuan rezeki masyarakat setempat.

Sebab, penyelenggaraan Dawai Tale ini diwajibkan mengundang seluruh masyarakat dalam satu desa untuk hadir mencicipi makanan dan minuman yang disediakan.

Pada seremonial Suku Labaketoy ini, didampingi juga oleh tuan tanah dan Suku Atawinai serta Suku Klei untuk melakukan persembahan hewan kurban berupa domba yang dipandu oleh Molan Daen atau Kakan. (mg05)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here