NUNUKAN (berandatimur.com) – Baleke, Kasi Sarana Prasarana Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara dilaporkan ke aparat kepolisian karena memaki kontraktor dengan menyebut “tailaso”.

Laporan pengaduan polisi nomor: STTP/03/XII/2018/Reskrim tertanggal 28 Desember 2018.

Kontraktor yang melaporkan Kasi Sarana Prasarana Disdag Nunukan ini bernama Hasan Rafidi alias La Onga, Direktur CV Lagi Jaya karena menganggap harga dirinya dijatuhkan.

Ia menceritakan, sebelum dimaki dengan ucapan “tailaso” pejabat ini terlebih dahulu memukul meja dengan tinju karena emosi saat berdebat soal pembayaran proyek pembangunan Pasar Rakyat di Desa Padat Karya Kecamatan Krayan Barat.

Baca Juga:  Menderita Tumor Ganas Sejak 30 Tahun Silam, Nenek Ini Ditemukan Sebatang Kara di Gubuknya

Perdebatan terjadi antara kontraktor dengan Baleke karena adanya perbedaan keinginan soal progres proyek pasar rakyat tersebut.

Menurut Hasan Rafidi, pengerjaannya telah mencapai 90 persen sementara PPTK maunya hanya ingin membayar 70 persen saja. Itupun ditahan 10 persen lagi sehingga pembayaran hanya 60 persen.

Alasan Baleke,  kata kontraktor ini, pengerjaan proyek yang ditanganinya belum mencapai 90 persen.

Akibat perdebatan itulah, Baleke selaku PPTK proyek ini emosi hingga mengucapkan kata-kata makian dengan mengucapkan “tailaso” kepada kontraktor bersangkutan.

Sehubungan dengan ucapan “tailaso” inilah, Hasan Rafidi mengaku, dilecehkan harga dirinya sehingga memutuskan melaporkan kepada polisi pada Jumat (28/12).

Baca Juga:  Demokrat-Gerindra Bahas Wacana Duet Prabowo-AHY

Kejadian kasus ini di ruang kerja Baleke di Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan pada Kamis (27/12).

Hasan Rafidi bersikeras agar Baleke diproses hukum karena mengucapkan kata-kata makian yang tidak sewajarnya diucapkan seorang ASN.

Ia berharap, penyidik Polres Nunukan yang menangani laporannya agar ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Saya minta polisi usut tuntas kasus ini karena Baleke memaki dengan ucapan yang melecehkan harga diri,” ujar dia. (***)

Editor: M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here