Mendikbud: Zonasi PPDB Hindari Dominasi Sekolah Favorit

Padang (berandatimur.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy mengemukakan penerapan sistim zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk menghindari dominasi sekolah favorit atau unggulan.

Namun misi pemerintah ini belum dipahami secara utuh oleh orangtua atau masyarakat  sehingga salah paham dan dianggap memberatkan. Padahal tujuan pemerintah sangat baik.

Adanya protes dan komplain dari masyarakat menjadi tantangan dan hambatan selama pelaksanaan PPDB termasuk daerah belum mengadopsi peraturan menteri tentang zonasi, jelas Muhajir Effendy pada Jumat (6/7) usai membuka Gala Siswa Indonesia Tingkat Kota Padang, Sumatera Barat.

Baca Juga:  Pendaftar peserta didik membludak, SMPN 2 Tarakan kehabisan formulir

Dilansir dari Antaranews.com, ia mengaku sistim PPDB masih perlu dibenahi karena belum maksimal menafsirkan peraturan secara tepat dan ada juga daerah yang mengalami kendala pada segi jaringan telekomunikasi.

“Memang masih ada daerah yang belum menafsirkan peraturan menteri soal zonasi secara baik. Ada juga daerah yang masih terkendala masalah jaringan internet,” ujar dia.

Tujuan utama yang diharapkan penerapan PPDB sistim zonasi adalah perubahan pola pikir orangtua murid, yang rata-rata masih memburu sekolah favorit bagi anak-anaknya.

Jadi, pemerintah tidak menginginkan ada istilah sekolah favorit lagi dan status semua sekolah baik dari segi kualitas adalah setara.

Baca Juga:  Banjir di Barru, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh. Dua Warga Dilaporkan Hanyut

“Pemerintah ingin menghilangkan istilah sekolah favorit karena status semua sekolah adalah sama termasuk kualitasnya,” beber Muhajir.

Selama ini terkesan ada sekolah favorit dan sekolah buangan. Oleh karena itu, sekolah yang diklaim favorit ini banyak diburu para orangtua bagi anak-anaknya.

“Semua sekolah itu sama tidak ada istilah sekolah favorit dan sekolah buangan,” tegas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here