Pemiliknya menunggak pajak Rp33 miliar, kapal CS Nusantara Explor ditangkap

Penangkapan Kapal Penunggak Pajak Oleh Bakamla
Kapal CS Nusantara Explore yang ditangkap Bakamla RI karena menunggak pajak hingga Rp33 miliar. FOTO: Doc Bakamla RI

Jakarta (BERANDATIMUR) – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berhasil menangkap kapal CS Nusantara Explorer yang telah lama diintai setiap melintas menuju dan dari luat negeri.

Pemilik kapal ini tidak membayar pajak hingga Rp33 miliar sehingga menjadi buruan Kementerian Keuangan. Kapal CS Nusantara Explorer merupakan kapal jenis Multi Purpose Offshore Vessel berbendera Indonesia buatan 1996.

Perburuan kapal ini bermula dari laporan Kementerian Keuangan kepada Bakamla terkait adanya aset bergerak yang sedang diburu. Sejak itu, Bakamla RI terus mengawasi pergerakan kapal milik PT Era Nusantara Jayamahe itu.

“Kapal ini kita cek 5 Desember masuk ZEE Indonesia, betul, ternyata kapal ini yang punya kewajiban bayar pajak, tapi kapal ini justru tidak bertanggung jawab dan melarikan diri. Setelah kita periksa kapal ini mau ke Madagaskar,” kata Kepala Bakamla Laksamana Madya Aan Kurnia di Gedung Bakamla RI, Selasa, 14 Desember 2021 dikutip dari Kumparan.

Baca Juga:  KOPEL: Awasi peruntukkan dana bantuan parpol dari pemda

Saat terpantau, kapal ini bermuatan kabel fiber optik dan peralatan pasang untuk kabel bawah laut.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan Ainn Nursalim Saleh pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya tentu tak bisa menyita aset bergerak tanpa bantuan dari instansi lain.

“Kami punya kewenangan untuk menyita aset bergerak dan aset tidak bergerak. Untuk mengawasi aset bergerak kami butuh bantuan instansi lain. Terima kasih rekan Bakamla dengan kerja sama yang aktif, pihak Bakamla sudah aktif membantu kami,” kata Saleh.

Baca Juga:  Malam Pergantian Tahun 2019-2020, Polres-Kodim Flores Timur Ajak Warga Jaga Kondusifitas

Saleh mengapresiasi kinerja gabungan antarinstansi pemerintah yang berhasil mengamankan oknum yang tidak membayar kewajibannya. “Saya garis bawahi aparat pemerintah Bakamla dan pajak ini pertama kali kita lakukan hasilnya luar biasa, ini menyelamatkan uang rakyat,” jelas Ainn.

Saat ini kapal sudah diamankan dan diserahkan kembali ke Kemenkeu. Jika pemilik kapal belum juga membayar pajak, maka kapal tersebut akan dilelang.

“Setelah disita kita lelang, jadi kewajiban pajaknya bisa dilunasi, niat kapal sudah engga baik ya, taksiran nilai kapal sekitar Rp 300 miliar,” kata Aan. (***)

Baca Juga:  Pertamina rencana naikkan harga BBM pertamax dan pertalite

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here