Nenek Ini Lumpuh, Hidupnya Mengandalkan Uluran Tangan Tetangga

Polman (BERANDATIMUR.COM) РNenek berusia 70 tahun terpaksa menjalani hidup sehari-hari dengan membaringkan diri akibat sakit lumpuh yang dialaminya.

Hidup sendiri di gubuknya yang terbuat dari dinding bambu beratapkan daun nipah ukuran 2×3 meter.

Nenek ini beralamat di Desa Bonra Kecamatan Mapilli Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat.

Wawancara reporter BERANDATIMUR.COM di Polewali Mandar (Polman), nenek bernama Sitti Aman ini tetap semangat mengarungi hidupnya yang tinggal sendiri.

Sehari-harinya menyambung hidup berkat uluran tangan tetangga dan bantuan pemerintah.

Nenek ini mengaku, menderita sakit lumpuh sejak 14 tahun silam hidup sendiri di gubuknya yang terbuat dari bambu dan beratap daun nipah.

Baca Juga:  Umat Muslim Berburu Takjil di Pasar Wonomulyo
Gubuk nenek Aman di Desa Bonra Kecamatan Mappili Kabupaten Polman

Meskipun hidup sendiri dalam keadaan sakit lumpuh, raut wajahnya tak nampak rasa sesal dan mengeluh. Tetap tegar menikmati masa tuanya, begitu ucapan Sitti Aman, Jumat (29/3).

Selama terbaring sakit, nenek ini sesekali dirawat oleh ponakannya bernama Kadar (53) yang tinggal tak jauh dari gubuk nenek ini.

Ponakan dan tetangganya, sering membantu kebutuhan sehari-harinya. Ditambah bantuan dari pemerintah berupa beras dan PKH.

“Saya dapat bantuan dari ponakan dan tetangga. Juga ada bantuan raskin dan PKH dari pemerintah,” ucap nenek ini.

Pengakuan nenek Aman, senang hidup sendiri. Sebab bantuan dari tetangga dan dermawan di daerah itu digunakan membeli kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Bijak, Tangan Dingin Andi Ibrahim Masdar (AIM) Ubah Wajah Kabupaten Polman

Nenek Aman menuturkan, penyakit yang dialaminya tidak membuatnya patah semangat menimmati masa tuanya.

Ia mengaku, selama ini belum pernah dirawat di rumah sakit tapi hanya dikontrol oleh tenaga medis dari puskesmas di daerahnya.

Hanya saja, beberapa bulan ini tidak pernah dikunjungi lagi oleh perawat setempat. Namun tak juga dikeluhkan nenek ini yang pernah merantau ke Kalimantan Timur sebelum sakit.

Kadar ponakannya menceritakan, nenek Aman pernah bersuami tapi tidak dikaruniai anak.

Selama 40 tahun merantau ke Muara Badak Kaltim bersama suaminya bernama Abdullah. Suaminya meninggal dunia diperantauan sehingga nenek Aman pulang ke kampungnya di Polman.

Baca Juga:  Pemusnahan Produk Malaysia. BC Nunukan: Rugikan Negara Rp244 Juta

“Setelah suaminya meninggal dunia baru Nenek Aman pulang kampung. Tidak lama kemudian menjalani kehidupan di Bonra Mapilli Kabupaten Polman,” kata Kadar.

Tidak lama kemudian, nenek ini tiba-tiba tidak bisa berjalan. Itulah derita yang dialami sampai sekarang ini. (*)

Reporter : Almadar Fattah
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here