Nestapa TKI Bersama Empat Anaknya Ditangkap Polisi Malaysia

NUNUKAN (berandatimur.com) – Seorang ibu yang ditangkap oleh aparat polisi Malaysia benar-benar suatu nestapa. Pasalnya, empat anaknya pun tergiring pada saat operasi pendatang asing di negeri jiran.

Ibu tersebut bernama Kasmini (35), yang dipulangkan bersama empat anaknya yang sudah berusia remaja oleh Pemerintah Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kaltara setelah menjalani hukumannya sebagai pendatang haram di negara itu karena tidak memiliki paspor.

Ketika ditemui disela-sela pendataan oleh instansi terkait di Terminal Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kamis (6/12) petang, Kasmini mengatakan, terpaksa meninggalkan suaminya seorang diri yang bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Semporna Negeri Sabah.

Cerita dia, hukuman yang dijalani selama empat bulan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau karena tertangkap Polisi Malaysia di rumahnya.

Wawancara petugas Imigrasi Nunukan terhadap TKI yang baru dideportasi dari Malaysia di Kantor Unit TPI Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kamis (6/12) malam

Namun suaminya tidak terjaring razia karena memiliki paspor. “Waktu itu tiba-tiba ada operasi pekerja asing di rumah tempat kerja suami di Semporna. Saya sama empat anak tidak punya paspor jadi ditangkap dibawa balai polisi,” tutur perempuan asal Sulsel ini.

Baca Juga:  Ratusan TKI Deportasi Dari Malaysia Langsung Rapid Tes, Hari Ini Diberangkatkan ke Parepare

Kasmini mengakui, sejak masuk Malaysia pada tahun 2000 memang tidak mengantongi paspor. Dimana berangkat dari Pelabuhan Tunon Taka menggunakan perahu kecil bermesin (katinting) menuju Bambangan Pulau Sebatik.

Setelah itu, melanjutkan perjalanan darat menuju Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara. Lalu, menyeberang ke Tawau menggunakan speedboat (kapal cepat) menuju Tanjung Batu (Tawau) pada malam harinya.

“Saya masih ingat, pas turun dari kapal di pelabuhan sini (Tunon Taka) langsung dinaikkan ke perahu menuju Bambangan. Pada hari itu juga pas malamnya dikasi menyeberang ke Tawau naik di Tanjung Batu,” beber dia menceritakan awal mula berada di Malaysia.

Baca Juga:  Samsul Saguni Asal Majene Bebas Dari Tawanan Abu Sayyaf

Namun, kata dia, sudah empat anaknya baru kena razia oleh polisi negeri jiran. Kebetulan keempat anaknya tersebut ikut terjaring akhirnya diusir ke Kabupaten Nunukan.

Ketika ditanya soal rencana berikutnya apakah mau langsung kembali ke Malaysia? Kasmini mengutarakan niatnya kembali dulu ke kampung halamannya bersama keempat anaknya.

Jika berkeinginan kembali ke negeri jiran dimana suaminya berada saat ini maka harus mengantongi paspor.

Alasannya, tidak mau lagi mengalami nasib sama dialaminya sekarang. Dimasukkan dalam penampungan berbulan-bulan baru dipulangkan ke Kabupaten Nunukan.

Keempat anaknya yang ikut diusir yakni Muhammad Ridwan (15), Nuraeda (14), Nurdiana (13) dan Nursyamawati (12).

Usai didata dan diwawancara oleh petugas Imigrasi Nunukan pada malam harinya langsung diserahkan kepada BP3TKI Nunukan untuk ditampung beberapa hari.

Baca Juga:  Hairil dan Asril, sudah pulang kampung di Bulukumba, selamat belajar yaaa

Saat ini, kelimanya ditampung di rusunawa yang terletak di belakang Perkantoran Gabungan Dinas II Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan.

Jumlah TKI Bermasalah yang diusir oleh Pemerintah Malaysia bersama Kasmini sebanyak 86 orang terdiri 70 laki-laki termasuk anaknya bernama Muhammad Ridwan dan tiga anak-anak.

Berdasarkan berita acara serah terima dari Konsulat RI Tawau Nomor 1247/Kons/XII/2018 jenis pelanggarannya adalah masuk ilegal 47 orang, habis masa tinggal (14), kasus narkotika (21) dan kasus kriminal (4). (***)

Editor: M Rusman

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here