Nunukan Krisis Air Bersih, Warga Rebutan Air Tangki

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang dilanda musim kering sejak akhir Januari 2019 menyebabkan daerah itu dilanda krisis air bersih.

Akibatnya warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari sehingga terpaksa berebutan pada saat ada bantuan air tangki.

Haji Sapri warga RT 08 Kelurahan Nunukan Utara Kabupaten Nunukan, Rabu (20/3) mengutarakan, demi kebutuhan air bersih bagi warga di Sei Bolong Kelurahan Nunukan Utara maka harus mengiba kepada orang lain agar diberikan bantuan.

Warga mengakut drum berisi air tangki dengan gerobak di Sei Bolong Kelurahan Nunukan Utara, Rabu (20/3).

Jika tidak melakukan hal itu, kata dia, warga yang bermukim di atas laut itu kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Siasati Kekurangan Blangko e-KTP, Disdukcapil Nunukan Prioritaskan Pelajar yang Lanjutkan Pendidikan

Sejak air PDAM tidak mengalir pekan lalu, warga setempat membeli air galon untuk keperluan mencuci dan mandi.

“Saya terpaksa minta bantuan sama orang untuk dikasi air tangki. Daripada tidak mandi atau memasak lebih baik mengiba,” ujar saat melayani warga mengisi drum dan galon di Sei Bolong.

Badariah yang ditemui juga mengucapkan hal yang sama. Orangtua berusia 70-an tahun ini mengaku, air PDAM tidak mengalir sejak Kamis (14/3).

Badariah, Warga Sei Bolong berdiri dengan drum menunggu diisi air bantuan menggunakan tangki, Rabu (20/3)

Selama ini, kata dia, mandi dan mencuci pakaian menggunakan air galon yang dibeli bersama tetangganya.

Baca Juga:  Maling Rumput Laut Masih Marak, Pembudidaya Minta Solusi Pihak Terkait

“Saya beli air galon kasihan buat mandi dan memasak karena air ledeng (PDAM) tidak mengalir,” kata dia.

Informasi yang dihimpun di Sei Bolong jumlah penduduk di sepanjang jembatan kayu itu diperkirakan ratusan rumah tangga.

Pantauan di Sei Bolong, dua tangki air berisi 5.000 liter didatangkan oleh seseorang untuk kebutuhan air bersih warga setempat.

Puluhan drum berkapasitas 200 liter dan galon berjejer di pinggir jembatan menunggu diisi air tangki.

Tampak warga berebutan mengisi galon dan drum masing-masing. Setelah terisi diangkut menggunakan gerobak secara bergantian. (***)

Baca Juga:  Kondisi TKI Deportasi Suspect Corona Mulai Membaik, Bupati Nunukan: Jika Mengkhawatirkan Segera Rujuk ke Tarakan

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here