Olah Rumput Laut Jadi Sabun, Anak Nunukan Juara 1 Nasional Lomba Karya Ilmiah Kesehatan

Anak Nunukan Raih Juara I Nasional Lomba Karya Ilmiah Kesehatan
Andi Ratu Annisa, anak kelahiran Nunukan juara I nasional Lomba Karya Ilmiah Kesehatan

Nunukan (BERANDATIMUR) –  Mahasiswa Poli Teknik Kesehatan (Poltekkes) Samarinda, Kaltim kelahiran Kabupaten Nunukan, Kaltara Andi Ratu Annisa menyabet juara I nasional Lomba Karya Ilmiah Kesehatan.

Karya ilmiahnya mengolah rumput laut menjadi sabun kesehatan bagi penderita diabetes mellitus atau penyakit gula tipe 2.

Keberhasilan anak Nunukan ini bersama kelompoknya, setelah menyingkirkan ribuan mahasiswa lainnya di Indonesia melalui ajang nasional tersebut.

Andi Ratu Annisa kelahiran Kabupaten Nunukan anak dari Andi Takdir Gizim ini bercerita awal mula ikut lomba karya ilmiah kesehatan ini.

Ia pun mengaku tidak pernah terbersit dalam pikirannya mampu meraih juara pada ajang nasional ini.

Setelah dinobatkan sebagai juara I nasional, alumni SMK Kesehatan Borneo Nunukan ini sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya. Terutama civitas akademika Poltekkes Samarinda, dosen pembimbing dan kedua orang tuanya.

Andi Ratu Annisa menceritakan sebenarnya tidak menduga bisa ikut lomba ini. Awalnya, mendapatkan pengumuman di kampusnya terkait Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Kesehatan (Pimnaskes). Khusus bagi mahasiswa Poltekkes se Indonesia.

Baca Juga:  2 speedboat tabrakan di Tarakan, 2 penumpang belum ditemukan

Pada Pimnaskes ini diberikan beberapa kategori yang bisa menjadi pilihan. Pada program studi Andi Ratu Annisa di Poltekkes Samarinda mengharuskan mahasiswanya ikut ajang ini.

Akhirnya, dia membentuk kelompok dengan memilih kategori kewirausahaan. Kelompoknya terdiri dari lima orang melakukan rapat-rapat kecil untuk menentukan produk yang akan ditampilkan.

Anak Nunukan Raih Juara I Lomba Karya Ilmiah Kesehatan
Piagam penghargaan juara I Lomba Karya Ilmiah Kesehatan atas nama Andi Ratu Annisa

Selama melakukan penelitian, anggota kelompoknya lebih banyak rapat via aplikasi zoom dengan dosen pembimbing. Berhubung lokasi masing-masing yang berjauhan khususnya Andi Ratu Annisa.

Wanita ini memilih penelitian di Kabupaten Nunukan karena produsen rumput laut terbesar. Sedangkan anggota kelompo lainnya di Kaltim sendiri.

Milih rumput laut diolah menjadi sabun sebagai obat bagi penderita penyakit gula (diabetes) berkaitan dengan hasil penelitian laboratorium atas kandungan kimianya sebagai acuan. Ditambah bahan bakunya mudah diperoleh di Kabupaten Nunukan.

Pda ajang nasional ini, Andi Ratu Annisa menyatakan, seleksinya sangat ketat mulai dari pengajuan proposal.

Baca Juga:  Ombudsmen ingatkan instansi di Nunukan komitmen jaga integritas

Berkat ide-ide cemerlang dari anggota kelompoknya, akhirnya propos yang diajukan masuk 30 besar se Indonesia.

Setelah produk (sabun) dianggap selesai, diujicobakan kepada dua penderita penyakit diabetes.

Pengaplikasian hasil produksinya, dilakukan tiga kali dalam sepekan kepada penderita. Guna memastikan efek kesehatan yang dialami penderita terhadap sabun yang dibuatnya dari rumput laut tersebut.

Nah, ternyata hasilnya sangat memuaskan dimana kedua penderita diabetes secara bertahap mengalami penyembuhan atau perubahan atas luka yang dialaminya.

Pada penderita pertama, sabun rumput laut tersebut mampu mengubah warna luka dari kuning menjadi merah. Luka warna kuning menandakan jaringan saraf telah mati dan akhirnya hidup kembali (memerah). Berwarna merah berarti jaringan uratnya telah hidup kembali tutur Andi Ratu Annisa.

Penderita kedua mengalami penyakit gula dengan luka basah. Setelah diberikan sabun rumput laut, lukanya mengering menandakan terjadi perubahan menuju kesembuhan.

Semua proses yang dilakukan didokumentasikan atau divideokan.

Baca Juga:  Nelayan Hilang Saat Memukat di Pulau Cermin Bulungan

Berkat pengkajian dan penelitian ini, kelompok Andi Ratu Annisa berhasil masuk 10 besar dari 30 kelompok yang lolos seleksi proposal.

Akhirnya terpilih masuk lima besar. Di ujung penantian yang cukup lama, akhirnya diundang ke Jakarta untuk menghadiri pengumuman juara. Sekaligus penyematan dan penganugrahan piagam penghargaan bagi peraih juara.

“Saya sebagai anak perbatasan sangat beryukur dan karena sudah mengharumkan nama baik Kabupaten Nunukan dan juga nama baik Provinsi Kalimantan Utara di tim ini saya sebagai anggota dan ketua tim saya bernama Syahrul Latif Mubarok,” ungkap dia. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here