Ilustrasi

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РPerusahaan batubara yang beroperasi di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) diduga kuat onderlil kendaraan alat berat yang digunakan hasil selundupan.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber membenarkan PT PMJ yang memiliki lahan batubara di Sebakis Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan telah beberapa kali memasok onderdil dari luar negeri tanpa melalui jalur resmi.

Terakhir kalinya ditemukan onderdil alat berat perusahaan ini diangkut menggunakan kapal kayu milik pedagang lintas batas di Nunukan pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019.

Seorang sumber menyatakan, onderdil kendaraan tersebut produk asal Tiongkok yang dibeli di Tawau Negeri Sabah Malaysia.

Selanjutnya diangkut menggunakan kapal kayu dari negeri jiran Malaysia pada malam hari. Tiba di Pangkalan PMJ Simpang Kadir Kelurahan Nunukan Selatan pada Rabu dini hari sekira pukul 01.00 wita.

Baca Juga:  Mudik Lebaran 2019, Pelni Nunukan Tambah Kuota Tiket

Informasi lain yang diperoleh, pada saat pembongkaran dari kapal tidak diawasi oleh petugas dari instansi terkait di Kabupaten Nunukan.

“Sudah sering kali PT PMJ menyelundupkan onderdil dan alat-alat berat dari Malaysia. Bukan baru kali ini. Bukan hanya onderdil saja tapi kuat dugaan alat beratnya juga selundupan,” beber sumber yang dirahasiakan identitasnya pada pekan lalu. Sebagaimana hasil penelusuran yang dilakukan sejak bulan Juni 2019.

Sekaitan dengan aktivitas penyelundupan ini, BERANDATIMUR.COM mencoba menemui Kepala Kantor PT PMJ Cabang Nunukan, Jemmy Hendrik di kantornya di Simpang Kadir Kelurahan Nunukan Selatan, Senin, 29 Juli 2019.

Baca Juga:  Warung Makan Diperbolehkan Buka Selama Ramadan Asal...

Namun beliau tidak berada di tempat sebagaimana informasi yang diperoleh dari security perusahaan tersebut.

Akhirnya diarahkan bertemu Wawan selaku HRD PT PMJ Nunukan. Tetapi bersangkutan mengaku soal pemesanan alat berat dan onderdilnya bukan bidangnya tetapi kewenangan pimpinan yang berkantor di Kota Tarakan.

“Kalau masalah pemesanan onderdil kendaraan dan alat-alat berat merupakan kewenangan kantor di Tarakan. Kami disini (Nunukan) hanya administrasi saja,” ujar Wawan.

Ia pun menuturkan tidak tahu menahu soal itu karena bukan kewenangannya. Memang benar bukan kewenangan HRD mengomentari soal alat berat dan pengadaan onderdilnya.

Wawan juga berkata, kepala kantornya (Jimmy Hendrik) berangkat ke Tarakan sejak Kamis, 25 Juli 2019 pekan lalu.

Baca Juga:  Pertamina Pasok Gas Elpiji Bersubsidi 60.000 Tabung, Warga Miskin Nunukan Hanya 25.000 jiwa. Kenapa Langka?

Pernyataan dari Utta selaku pemilik kapal kayu Annuari 3 yang mengangkut onderdil kendaraan berat tersebut, berbeda dengan informasi dari saksi mata pembongkaran barang pada malam dini hari itu.

Utta mengaku, tidak ada onderdil kendaraan yang diangkut. Bahkan dia katakan, semua produk luar negeri yang diangkut kapalnya telah sesuai prosedur alias resmi. (***)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here