OTK diduga KKB membunuh warga sipil secara keji di Distrik Awimbon, Pengunungan Bintang

Pembunuhan Warga Sipil Diduga Dilakukan KST Merianus Kogoya di Distrik Awimbon, Pegunungan Bintang
Pelaku pembunuhan diduga Kelompok Merianus Kogoya terhadap warga sipil di lokasi penambangan emas di Distrik Awimbon, Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (19/7). FOTO diperoleh dari grup whatsapp (WA)

Papua (BERANDATIMUR) – Terjadi lagi pembunuhan terhadap warga sipil di lokasi penambangan emas mining 41 BCL Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pengunungan Bintang Papua.

Foto-foto korban yang dibunuh beredar luas di media sosial yang diduga disebarkan sendiri oleh kelompok KNPB yang membuat berita telah membunuh intelijen Indonesia. Ditengarai KST Merianus Kogoya ini memiliki sepucuk senjata laras panjang jenis M16.

Pembunuhan dengan memengggal kepala korbannya terjadi pada Selasa, 19 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIT dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK). Belakangan beredar video yang mengaku kelompok separatis yang ingin merdeka dari NKRI.

Korban bernama Azis asal Pulau Jawa diketahui sehari-harinya menambang emas dan karyawan kios milik orang asli Papua bernama Mikel.

Baca Juga:  FKUB Goes To School, Wabup Nunukan: Gunakan medsos dengan cerdas

Kelompok yang mengaku telah melakukan pembunuhan dengan memenggal kepala korbannya tersebut adalah KST Menarius Kogoya yang jumlahnya sekitar 12 orang.

Melalui siaran tertulis di grup-grup media sosial (medsos) itu, informasi kejadian ini diperoleh via voicenote bahwa KST Merianus Kogoya yang berjumlah 12 orang tersebut setiap bulan melakukan pemalakan secara paksa.

Kelompok Merianus Kogoya ini dikenal dengan sebutan Mio (Mionaris) ini, apabila permintaannya tidak dipenuhi tidak segan-segan melakukan pembunuhan keji kepada warga yang menjadi sasarannya.

“Setiap Bulan Kelompok KST Menarius Kogoya keliling ke kios kios untuk menagih uang keamanan,” sebut dalam siaran tertulis itu yang diterima pada Rabu malam.

Kronologisnya, KST Merianus Kogoya meminta uang keamanan kepada korban Azis yang menjaga kios milik Mikel di Kampung Kawe ini. Namun informasinya, korban tidak memberikan uang yanag diminta kelompok ini karena kios yang dijaga milik orang asli Papua.

Baca Juga:  Kerukunan Keluarga Bulukumba akan laksanakan vaksinasi massal

Kedatangan KST Merianus Kogoya ini bertepatan pemilik kios bernama Mikel sedang menuju Tanah Merah. Pada saat itu, penjaga kios yang juga korban dicap sebagai anggota intelijen sehingga kepalanya dibawa oleh pelaku.

“Kejadian pembunuhan dilakukan oleh kelompok KST Merianus Kogoya pada tanggal 19 Juli 2022 sekitar pukul 17.00WIT. Namun baru tadi pagi karyawan yang berada di kem-kem lain mengecek informasi kebenarannya pada pagi hari pukul 08.00 WIT,” sebut informasi ini.

Rekan-rekan korban sesama penambang emas yang melakukan pengecekan di lokasi kejadian ini menemukan jasad Azis dengan kepala yang hilang. Sehubungan dengan kejadian ini, penambang emas mengungsi ke tempat yang lebih aman dalam satu kelompok.

Baca Juga:  Pembunuh tukang ojek di Mamuju, ditangkap di tempat persembunyiannya di Malino

Masih tulis dari informasi ini, jenazah korban dievakuasi pada Rabu, 20 Juli 2022 ke Tanah Merah, Kabupaten Bovendigul menggunakan helikopter.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dengan aparat keamanan. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here