“Over Capacity” Penumpang Arus Balik Lebaran di KM Lambelu Tidur Duduk

ParepareĀ (BERANDATIMUR.COM) – Penumpang arus balik lebaran 1440 Hijriyah yang naik di KM Lambelu dari Pelabuhan Makassar dan Parepare Sulawesi Selatan diperkirakan jumlahnya mencapai 4.000 orang.

Total penumpang KM Lambelu diperkirakan mencapai 6.000 orang karena seluruh lorong-lorong hingga depan kamar mandi ditempati tidur.

Menyebabkan kapal milik PT Pelni ini “over capasity” sehingga sebagian penumpang tidur di luar pagar pembatas di deck 7 dan ada pula terpaksa tidur dalam posisi duduk.

Pantauan BERANDATIMUR.COM di atas KM Lambelu dalam pelayaran dari Pelabuhan Nusantara Parepare, penumpang yang tidur di luar pagar sangat rawan keselamatannya.

Baca Juga:  Raih dua Award Kemdikbud Ristek, Rektor UNM apresiasi Tim MBKM

Sementara antisipasi dari pihak KM Lambelu terkesan membiarkan akibat tidak adanya tempat tidur yang kosong lagi.

Rahman, penumpang yang naik di Pelabuhan Makassar, Jumat dini hari, 21 Juni 2019 menyayangkan sikap anak buah kapal (ABK) KM Lambelu yang tidak memperhatikan keselamatan penumpang arus balik lebaran ini yang membludak.

Sementara, kata dia, KM Lambelu ataupun PT Pelni memperhatikan standar prosedur operasional (SOP) keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai pengguna jasa pelayaran.

Ia menambahkan, pembiaran penumpang yang duduk dan tidur di luar pagar sangat rawan terjadi kecelakaan. Seyogyanya, membatasi penumpang disesuaikan dengan kapasitas kapal tersebut.

Baca Juga:  Untidar sambangi UNM bahas mahasiswa dan alumni
Penumpang arus balik lebaran di KM Lambelu duduk di pagar kapal hingga di luar karena kelebihan kapasitas, Jumat (21/6).

KM Lambelu berlayar dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Baubau Sultra, Makassar, Parepare, Tarakan dan tujuan akhir Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan.

Selain tidak memperhatikan keselamatan penumpang, Rahman juga menyoroti, kebersihan kapal yang kurang diperhatikan. “Sampah-sampah berserakan dimana-mana. IniĀ  disebabkan oleh sulitnya ABK membersihkan karena penumpang yang sesak,” ujar pria yang mengaku asal Kabupaten Gowa Sulsel.

Pria ini juga mengaku akan turun di Pelabuhan Tarakan bersama anak dan istrinya. Ia mengutarakan, KM Lambelu sebagai jasa angkutan milik BUMN sedapatmungkin memperhatikan keselamatan penumpang dan menjaga kenyamanan selama pelayaran.

Hal yang sama diutarakan, Martinus asal NTT bahwa sejak penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Makassar jumlah penumpang langsung sesak. Akhirnya, suasana semakin panas.

Baca Juga:  Diduga rekan kerja sendiri, loyalis Iqbal Asnan di Dishub Makassar, yang eksekusi Najamuddin Sewang

Padahal, dia menginginkan, PT Pelni bisa membatasi jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas kapal.

Namun kenyataannya, perusahaan negara ini lebih mementingkan benefit daripada kenyamanan penumpang. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here