Wakil Ketua Apindo Kaltara, Hasanuddin

WakilNunukan (BERANDATIMUR.COM) РPabrik CPO PT Sempurna Sejahtera yang terletak di Desa Bambangan Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara ditengarai bangkrut karena kesalahan manajemen pengelolaan.

Perusahaan ini juga dikabarkan memiliki utang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kepada petani mitranya hingga mencapai Rp7 miliar.

Ditambah utang pada perusahaan mitra yang mencapai Rp9 miliar belum termasuk gaji karyawan atau pekerja.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Imdonesia (Apindo) Kaltara, Hasanuddin di Nunukan, Selasa (26/3) membenarkan, pabrik CPO milik PT Sempurna Sejahtera telah vakum sejak Agustus 2018 sampai sekarang.

Sementara, kata dia, informasi yang diperoleh masih terjerat utang TBS kepada petani mitra hingga mencapai Rp7 miliar.

Baca Juga:  LAWAN COVID-19! Balansiku Tetapkan¬†40 KK Penerima BLT, Tapi...

Selain itu ada pula utang kepada perusahaan mitranya yang mencapai Rp9 miliar.

Hasanuddin pun kaget mendapatkan kabar vakumnya pabrik CPO ini karena sejak beroperasi selama dua tahun sangat gencar membeli TBS petani kelapa sawit di daerah itu dengan harga yang cukup tinggi.

Bahkan patokan harga TBS di atas harga pabrik CPO lainnya di daerah itu yang telah beroperasi hingga puluhan tahun, terang Hasanuddin.

Ia pun menjelaskan, ada tiga aspek penyebab vakumnya sebuah perusahaan yaitu kekurangan bahan baku, kerusakan mesin dan kesalahan manajemen.

Memperhatikan pabrik CPO PT Sempurna Sejahtera ini, Hasanuddin berpendapat, aspek pertama dan kedua tidak mungkin menjadi penyebabnya.

Baca Juga:  Perusahaan Kelapa Sawit TML Nakal, tak Gaji Pekerja

Alasannya, PT Sempurna Sejahtera memiliki ribuan mitra petani kelapa sawit dan baru beroperasi sekira dua tahun sehingga tidak mungkin mengalami kerusakan mesin.

Jadi, dia menduga keras, penyebab kevakuman pabrik CPO yang dikelola Putoi ini karena kesalahan manajemen.

Namun Hasanuddin mantan Ketua Apindo Nunukan mengaku tidak punya kewenangan mengintervensi karena internal dari perusahaan tersebut.

Padahal, pabrik milik PT Sempurna Sejahtera ini telah beroperasi selama dua tahun dan dipastikan CPO yang dihasilkan telah terjual.

Kevakuman pabrik ini juga mengangetkan karena bertepatan dengan anjloknya harga TBS akibat negara pengimpor membatasi pembelian dari Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga:  Simpang Siur Asal Muasal 370.000 Pak Rokok Tujuan Philipina di Tunon Taka

Nah pertanyaan, kata Hasanuddin, hasil penjualan CPO selama beroperasi dikemanakan.

Humas PT Sempurna Sejahtera, Syafaruddin Talib yang dihubungi melalui sambungan telepon selulernya menyatakan, tidak tahu menahun soal permasalahan yang dialami pabrik CPO itu.

“Silahkan konfirmasi langsung kepada Putoi (pengelola),” ujar dia. (***)

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here