Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Nunukan, Drs H Muh Tahir

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Seorang jamaah haji asal Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengalami patah tulang paha sehingga menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Tanah Suci Mekah Arab Saudi sampai sekarang.

Rencananya dipulang lebih awal melalui Embarkasi Balikpapan Kalimantan Timur.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Muh Tahir di Nunukan, Jumat bahwa jamaah haji tersebut telah menjalani seluruh rangkaian rukun haji meskipun menggunakan kursi roda.

“Iya ada satu lagi jamaah haji asal Kabupaten Nunukan yang masih dirawat di rumah sakit Mekah karena mengalami patah tulang pada pahanya,” ujar Muh Tahir.

Baca Juga:  Sudah Bisa Sholat Jumat Berjamaah di Masjid, Ini Kata Dewan Masjid Indonesia Nunukan

Jamaah haji bersangkutan bernama Haji Halim Passalo (75), salah seorang jamaah lanjut usia di daerah itu.

Patah tulang yang dialami jamaah haji ini karena keseleo tiga hari sebelum menuju Arafah sehingga terpaksa dioperasi di tanah suci. “Jadi Haji Halim Passalo ini melaksanakan seluruh rangkaian haji dengan safari wukufkan menggunakan kursi roda,” kata dia.

Mengenai rencana pemulangan lebih awal, Tahir mengaku tellah mendapatkan informasi dfimana ketua kloternya telah menandatangani surat pemberangkatannya.

Namun waktu pemulangannya belum diperoleh infoirmasi yang jelas apakah melalui kloter pertama atau kedua pada Embarkasi Balikpapan.

Tahir menjelaskan, pemulangan jamaah haji Kabupaten Nunukan akan dipulangkan pada 15 September 2019 dan tiba di Balikpapan pada ba’da magrib. Jumlah jamaah haji Kabupaten Nunukan sisa 319 orang termasuk

Baca Juga:  Permasalahan buruh migran asal NTT di Nunukan, Bupati Flotim janji sampaikan ke Gubernur NTT

pendamping dan tim medis karena satu orang meninggal dunia yaitu Hj tenne binti Badu Beddu.

Tahir mengungkapkan, sekira 35 persen dari 320 jamaah haji asal Kabupaten Nunukan tergolong resti atau resiko tinggi dengan jenis penyakit parah dan 11 orang usia lanjut.

Hanya saja, penyakit yang diderita dari jamaah haji ini dianggap masih mampu menjalankan ibadah di tanah suci sehingga tetap diberangkatkan dengan pertimbangan didampingi secara terus menerus oleh tim medis.

Tingginya resiko jamaah haji asal Kabupaten Nunukan mengalami sakit karena selain usia lanjut dan penyakit yang diderita juga faktor kelelahan sejak pemberangkatan dari Embarkasi Balikpapan hingga wukuf di Arafah.

Baca Juga:  ZIYAP dan IRAW Mendaftarkan Pada 6 September

Masa jeda hampir tidak ada atau sangat kurang untuk melaksanakn setiap rangkaian rujun haji di Mekah dan Madinah. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here