Pedagang Petasan di Nunukan Protes Surat Edaran Gubernur Kaltara

NUNUKAN (berandatimur.com) – Surat Edaran Gubernur Kalimantan Utara soal perayaan malam pergantian tahun diprotes oleh pedagang petasan dan terompet.

Surat Edaran bernomor 045.4/1626/KESBANGPOL/GUB tertanggal 21 Desember 2018 menuai pro kontra utamanya pedagang petasan.

Salah seorang pedagang petasan dan terompet di Alun-alun Kota Nunukan, Ibu Arjuna di Nunukan, Kamis (27/12) menyatakan, seyogyanya pemerintah Provinsi Kaltara melarang jauh-jauh hari sebelum menjual.

Namun SE ini baru saja diterbitkan dan disampaikan pada 25 Desember 2018 sementara pedagang petasan dan terompet telah menjual sejak sepekan lalu, ketus Ibu Arjuna agak kesal.

Ibu Arjuna, pedagang petasan dan terompet di Alun-Alun Nunukan, Kamis (27/12)

Akibat adanya surat edaran Gubernur Kaltara, omzet penjualan menurun drastis sehingga sangat merugikan pedagang yang terlanjur membeli petasan dan terompet.

Baca Juga:  Proyek APBN Mangkrak di Sebatik, Kontraktor dan Anggaran tak Diketahui

Ia mengakui,  dalam surat edaran tersebut tidak dilarang menjual petasan atau terompet tetapi dilarang dibunyikan pada malam pergantian tahun.

Nah, tentunya berdampak pada omzet penjualan karena masyarakat tidak mungkin membeli lagi.

Selain itu, surat edaran ini dipublikasikan di media sosial (medsos). “Omzet penjualan turun drastis setelah surat edaran Gubernur (Kaltara) muncul di fesbuk,” ujar pedagang petasan lainnya.

Ia menyesalkan, surat edaran yang baru diterbitkan dan disampaikan kepada pedagang petasan dan terompet di Kabupaten Nunukan.

Padahal, alangkah baiknya jika disampaikan atau diumumkan jauh-jauh hati sebelum dimulai menjual. Supaya tidak membeli barang kebutuhan malam pergantian tahun pada pengusahanya.

Baca Juga:  Rayakan malam pergantian tahun, Pemkab Polman larang pesta kembang api

“Kan rugi kami pak. Sudah beli sama bos (pemasok) modalnya berjuta-juta tiba-tiba tidak ada pembelinya. Coba kalau surat itu disampaikan jauh-jauh hari pasti kami tidak ambil juga sama bos,” tutur Ibu Arjuna.

Surat Edaran Gubernur Kaltara soal pelarangan membunyikan petasan dan terompet pada malam pergantian tahun, Kamis (27/12).0

Ia mengaku, surat edaran Gubernur Kaltara diperoleh dari petugas Satpol PP setempat dua hari lalu.

Memang dari tiga poin dalam surat edaran itu tidak dilarang menjual tetapi hanya dilarang membunyikan petasan dan terompet.

Tetapi akibat pelarangan tersebut, tentunya masyarakat tidak akan membeli. Padahal pada malam pergantian tahun 2018 lalu, omzet penjualan sangat besar.

Baca Juga:  Gubernur Kaltara Gerak Cepat Tangani Jalan Longsor Sebatik

“Tapi tidak apa-apalah pak. Cuma menyesalkan saja surat itu yang baru dikasih sama kami. Andainya sudah di kasi jauh-jauh hari tidak mungkin kami membeli dan menjual barang-barang ini,” katanya sambil menunjuk barang jualannya.

Surat Edaran Gubernur Kaltara tentang Malam Pergantian Tahun Masehi menyebutkan dilarang membunyikan petasan dan terompet, tidak mengaktifkan tempat hiburan malam dan melakukan ibadah. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here