M Solafudin

Nunukan (berandatimur.com) – Banyaknya pelabuhan bongkar muat ilegal di Kabupaten Nunukan, Kaltara berpotensi dijadikan jalur penyelundupan barang dari luar negeri utamanya dari Malaysia.

Menanggapi hal ini Kepala Kantor Bea Cukai dan Kepabeanan Nunukan, M Solafudin di Nunukan, Kamis (2/8) mengakui, potensi tersebut sangat besar sehubungan kurangnya pengawasan terkait barang masuk maupun keluar.

Ia menegaskan, petugas bea cukai hanya diberikan kewenangan mengawasi pelabuhan resmi saja sehingga untuk memantau pergerakan pihak-pihak yang memasok barang dari luar negeri di pelabuhan tak resmi sangat sulit.

Untuk memaksimalkan pengawasan masuk dan keluarnya barang dari dan ke luar negeri maka dibutuhkan peran Pemkab Nunukan mengarahkan bongkar muat kep pelabuhan resmi yakni di Pelabuhan Tunon Taka.

Baca Juga:  210 Tenaga Terampil di Nunukan Ikut Program Sertifikasi

“Bea cukai kesulitan mengawasi pasokan barang dari luar negeri kalau bongkarnya di pelabuhan ilegal. Kewenangan kami hanya di pelabuhan resmi saja,” tegas M Solafudin.

Ia mengimbau kepada Pemkab Nunukan agar mengarahkan seluruh bongkar muat barang di lakukan di pelabuhan resmi sehingga upaya penyelundupan barang-barang ilegal dapat diawasi.

Mengenai upaya Pemkab Nunukan memindahkan pelabuhan internasional di Pelabuhan Liem Hie Djung atau Lamijung, Kantor Bea Cukai dan Kepabeanan setempat tidak mempeemasalahkan sepanjang memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

Salah satu standarisasi pelabuhan internasional adalah jalur keluar dan masuk barang dan penumpang (orang) harus steril atau terkhusus.

Baca Juga:  Penyebaran Hoax dan Narkoba Ancam Keutuhan NKRI

Hal ini dimaksudkan mempermudah pemantauan dan pengawasan oleh bea cukai terhadap potensi-potensi penyelundupan barang ilegal, jelas M Solafudin.

Standarisasi lainnya adalah memiliki ruangan bagi seluruh instansi yang terkait seperti ruangan monitor x-ray, keamanan, syahbandar dan lain-lainnya.

Mengenai sarana atau fasilitas x-ray menjadi tanggungjawab bea cukai untuk menyediakannya.

Pelabuhan tak resmi yang biasa dijadikan tempat bongkar muat barang dari luar negeri di Kabupaten Nunukan adalah Jembatan Bongkok Kelurahan Nunukan Utara, Pasar Ikan Tanah Merah, Eks Pasar Yamaker Kelurahan Nunukan Barat, Jembatan Haji Putri Gang Kakap RT 17 Kelurahab Nunukan Timur, Kandang Babi Kelurahan Selisun. (Oktavianus)

Baca Juga:  KPK Monitoring Penanganan TKI di Nunukan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here