Bukti pemesanan grab oleh SBS menggunakan aplikasi Ovo
Makassar (BERANDATIMUR.COM) – Seorang pelanggan jasa angkutan online “grab” merasa kesal lantaran ditipu seorang driver (pengemudi) saat memesan saat larut malam. Atas ulah pengemudi grab tersebut terpaksa kesulitan mendapatkan angkutan tepatnya tak jauh dari Jembatan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Sulawesi Selatan pada Ahad, 23 Juni 2019 sekira pukul 01.00 wita.
“Awalnya saya pesan grab dari Jembatan Barombong tujuan Kompleks Perumahan Pesona Barombong Indah melalui aplikasi Ovo. Di aplikasi pengemudi agak telat jadi saya sempat telfon lalu untuk konfirmasi jadi jemput atau tidak? Pengemudi bilang ” ok ” jadi saya terus menunggu di sana,” jelas SBS yang merasa dirugikan kepada BERANDATIMUR.COM.
Lalu, kata SBS (disamarkan),  menunggu sekira 10 menit di lokasi penjemputan tepatnya di Kios Atiraja sebelum Jembatan Barombong dari arah Barombong menuju Tanjung Bunga Makassar.
Menurut SBS, ketika pengemudi sudah dekat dari lokasi penjemputan sempat berhenti dan chating melalui aplikasi untuk minta uang tunai tetapi SBS menolak. Sebab telah dibayar melalui aplikasi Ovo.
“Saya chat ke pengemudi bahwa saya isi saldo ovo ini pake uang juga, kalau tidak mau saldo Ovo saya cancel saja. Namun pengemudi bilang tunggu dulu, jangan cancel jadi saya juga terus menunggu dilokasi penjemputan,” terang SBS lagi.
“Sayangnya, ketika saya lihat di mapp pengemudi melewati lokasi posisi saya berdiri (penjemputan), di situ saya mulai curiga. Tidak lama kemudian, saya lihat di aplikasi, anda sedang dalam perjalanan padahal saya belum dijemput,” beber pelanggan ini.
SBS merasa kesal karena pada tengah malam itu saldo ovo-nya sisa sedikit untuk memesan kembali grab dan promo langganannya sudah habis. Saya tidak bisa order lagi karena minimal order Rp9 ribu padahal saldonya ovonya sisa Rp8 ribu,” ujar dia.
“Terus terang saya terlantar tengah malam karena tidak bawa uang tunai. Nasib baik setelah saya complain ke grab, kemudian saldo saya dikembalikan. Jadi saya bisa order grab lagi,” jawab pria ini dengan nada kesal.
SBS menyampaikan masalahnya bukan soal nominal saldo yang digelapkan tapi ini penipuan pada pelanggan saat angkutan tidak ada lagi.
Justru itu, dia meminta pihak grab segera menindak tegas pengemudi bersangkutan karena merugikan lalu menelantar penumpang.
Dari aplikasi grab yang ditunjukkan SBS, pengemudi diketahui atas nama Reski Abdi Negara dengan nomor polisi mobil DD 4008 RY, Nomor Order pengemudi ADR-145542411-9-161.
“Saya menunggu pengemudi, dan complain ke grab sehingga saldo dikembalikan lalu order lagi. Itu cukup lama waktunya saya terlantar di tengah malam di area pinggiran kota,  tempat yang tidak ada orang-orang.” kata dis lagi. (*)

Reporter: Atim
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here